Abstrak: Media atau bahan ajar yang dapat dipakai untuk proses belajar adalah E-modul atau elektronik modul. E-modul lebih menarik dibandingkan modul cetak konvensional karena E-modul dapat di pelajari dengan praktis karena berbentuk elektorik dan terdapat tambahan video pembelajaran di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangakn E-modul sistem pendingin untuk siswa SMK kelas X. Metode yang dipakai pada penelitian ini yaitu Research and Development model Sugiyono dengan 10 tahapan pengembangan yaitu: 1) Mencari potensi masalah, 2) Mengumpulkan informasi, 3) Desain produk, 4) Validasi desain, 5) Perbaikan desain, 6) Uji produk, 7) Revisi produk, 8) Uji coba lapangan, 9) Revisi produk, 10) Penyebaran produk. Instrumen pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini memakai angket skala likert dengan empat varian jawaban. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Penilaian ahli materi dosen diperoleh skor 94 dan ahli media guru di peroleh dkor 111 dari skor maksimal 128 termasuk dalam kategori “Layak”, Penilaian ahli media diperoleh skor 145 dari skor maksimal 188, kategori “Layak”. Uji coba skala kecil 5 siswa diperoleh skor 83,4 dan skala besar 27 siswa diperoleh skor 83,7 dari skor maksimal 100, kategori “Sangat Baik”. Hasil analisis menunjukkan bahwa E-modul layak digunakan untuk bahan pembelajaran system pendingin mesin otomotif. Kata Kunci: Pengambangan E-Modul, Media Pembelajaran, Sistem Pendingin Mesin.
Copyrights © 2024