Lembaga pendidikan sebagai wadah untuk mewujudkan dan menciptakan habitus bagi keberagaman yang kondusif. Tujuan penulisan adalah mengetahui moderasi beragama, upaya guru PAI dalam internalisasi faktor penghambat dan pendukung serta nilai moderasi internalisasi di SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo. Metode penelitian yang digunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data deskriptif menggunakan reduksi, penyajian dan validasi data. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa praktik moderasi beragama di SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo diawali dengan budaya sekolah di dalam dan di luar kurikulum dan pembiasaan.Berdasarkan hasil analisis, akan diadakan lokakarya dan pelatihan bagi guru. Upaya Guru PAI di SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo dengan adanya kegiatan HW (Hisbul Wathan) dan IPM (Ikatan Pelajar Muhamadiyah), ruang dialog tentang keberagaman biasa dibuka guru khususnya guru PAI dalam pembelajaran di kelas atau dalam kelompok ekstrakulikuler. Faktor pendukung moderasi beragama di SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo berupa: kerjasama antar warga sekolah dalam mengupayakan terciptanya lingkungan yang baik. pengaruh budaya dan sosial media, komitmen yang tinggi dari SDM dan fasilitas yang memadai, pendidik yang kompeten. Faktor penghambat berupa: siswa yang belum memahami tentang moderasi beragama, minimnya buku-buku umum dan agama dan masih belum sepenuhnya dimiliki kalangan pelajar.
Copyrights © 2024