Beton merupakan konstruksi yang sangat penting dalam pembentuk struktur yang sangat sering digunakan oleh masyarakat saat ini. Perkembangan teknologi yang begitu cepat dari masa ke masa dituntut untuk selalu mengembangkan dan memenuhi kebutuhan yang dapat mempengaruhi mutu beton. Salah satu alternatif adalah dengan penambahan mineral metakaolin dan limbah serat daun tembakau. Metakaolin mengandung bayak unsur seperti SiO2 dan Al2O3 yang merupakan unsur utama semen. Sedangkan limbah serat daun tembakau dipilih untuk mengurangi dampak dari limbah produksi rokok yang masih belum termanfaatkan secara optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggantian semen dengan metakaolin (AL2SI2O5(OH)4) dan penggunaan limbah serat daun tembakau sebagai serat pengikat agregat terhadap kuat tekan beton dan nilai slump. Variasi penggantian semen dengan metakaolin adalah 13%, 14%, 15%, dan 16% dari berat semen. Benda uji yang dibuat berbentuk silinder ukuran tinggi 30 cm dan diameter 15 cm dengan mutu beton yang direncanakan 25 MPa. Jumlah benda uji sebanyak 15 benda uji, beton normal dan beton variasi memiliki 3 buah benda uji sebagai perbandingan. Pembuatan benda uji dilakukan pada Laboratorium Universitas Teknologi Yogyakarta dan pengujian dilakukan pada Batching plat PT. Pioner Beton Yogyakarta pada 28 hari. Dari hasil pengujian kuat tekan didapatkan nilai kuat tekan beton diperoleh kuat tekan beton normal sebesar 25,276 MPa. Sedangkan untuk beton variasi metakaolin 13%, 14%, 15%, dan 16% memperoleh kuat tekan 30,935 MPa; 29,049 MPa; 27,162 MPa; dan 24,522 MPa. Kuat tekan tertinggi terjadi pada variasi metakaolin 13% dan limbah serat daun tembakau 5% sebesar 30,935 MPa. Kuat tekan terendah terjadi pada variasi metakaolin 16% dan limbah serat daun tembakau 5% sebesar 24,522 MPa. Pada pengujian slump test terjadi penurunan nilai slump terhadap beton substitusi metakaolin.
Copyrights © 2022