Proses produksi semen portland akan mengeluarkan CO 2 dalam jumlah besar sehingga memicu terjadinya peningkatan pemanasan global. Oleh karena itu, untuk mengurangi pencemaran pada lingkungan sudah seharusnya semen sebagai bahan pengikat dalam pembuatan beton diganti dengan bahan alternatif yang lain. Beton geopolymer adalah beton yang proses pembuatannya tidak menggunakan semen melainkan silika (SiO₂) dan alumina (A₂lO₃) dengan alkali aktivator yang berfungsi sebagai bahan pengikat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi molaritas pada kuat tekan beton geopolymer yang berbahan dasar fly ash. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan menggunakan 3 variasi molaritas yakni 2M, 3M, dan 4M dengan perbandingan NaOH dan Na2SiO3 1:1. Pengujian kuat tekan beton silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm dilaksanakan pada umur 14 dan 28 hari dengan perawatan menggunakan suhu ruang. Hasil kuat tekan rata-rata tertinggi pada umur 14 hari diperoleh beton dengan variasi molaritas 4M yaitu sebesar 14,12 Mpa. Sedangkan pada umur 28 hari nilai kuat tekan rata-rata tertinggi diperoleh beton dengan variasi molaritas 3M yaitu sebesar 21,92 Mpa.
Copyrights © 2024