Telur merupakan produk pangan strategis yang memerlukan pengendalian mutu untuk menjaga kesegaran dan keamanan konsumsi. Pada sektor UMKM, penerapan quality control sering belum optimal akibat keterbatasan SDM, sarana pendukung, dan ketiadaan SOP. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan quality control pada UMKM telur, mengidentifikasi penyebab rendahnya mutu, dan memberikan rekomendasi perbaikan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, pemeriksaan mutu, peta kendali, dan diagram fishbone, ditemukan bahwa proporsi produk cacat berada dalam batas pengendalian namun tidak stabil. Enam faktor utama penyebab rendahnya mutu meliputi manusia, mesin, metode, material, lingkungan, dan pengukuran. Perbaikan yang diperlukan mencakup peningkatan kompetensi SDM, penyusunan SOP, pengadaan alat bantu sederhana, perbaikan lingkungan penyimpanan, penguatan monitoring, serta kemitraan dengan lembaga terkait.
Copyrights © 2025