Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk menganalisis doktrin Wahabi secara kritis, meliputi aspek historis, teologis, dan dampaknya terhadap masyarakat Muslim Indonesia. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dari berbagai sumber tertulis seperti buku, jurnal, dan dokumen sejarah, kemudian dianalisis secara dialektis dan sistematis. Hasil: Temuan penelitian menunjukkan bahwa Wahabi, sebagai aliran puritan dan tekstual, cenderung bersifat eksklusif dan mudah mengkafirkan kelompok lain. Penyebarannya di Indonesia didukung oleh jaringan pendidikan dan pendanaan dari Arab Saudi, namun mendapat penolakan dari kalangan Muslim moderat, khususnya Nahdlatul Ulama (NU) yang mengusung konsep Islam Nusantara. Kesimpulan: Wahabi dinilai tidak relevan dengan konteks keislaman di Indonesia yang menghargai keragaman dan kearifan lokal. Penelitian ini merekomendasikan penguatan Islam moderat sebagai alternatif. Kata Kunci: Wahabi, Islam Nusantara, Puritanisme, Takfir, NU
Copyrights © 2025