Kitab Amsal banyak mengungkapkan suatu paralelisme antara topik dari satu ayat kepada ayat lainnya pada lingkup kumpulan-kumpulan Amsal 10-29. Tidak terkecuali paralelisme antara Amsal 10:15 dan 18:11 yang membahas tentang gambaran “kota yang kuat” pada konteks kekayaan dan kemiskinan. Sejauh ini para penafsir telah menemukan bahwa interpretasi paralelisme Amsal 10:15 dan 18:11 berfokus pada interpretasi teologis, pengalaman individu, persepsi budaya, respon emosional, pola penalaran, tetapi tidak berintegrasi kepada unsur-unsur pembentukan karakter. Oleh sebab itu, dengan penggunaan metode kualitiatif dengan sub interpretative design sastra hikmat yang secara khusus mengamati terjemahan teks, strktur paralelisme dan gaya bahasa kiasan, penelitian ini menemukan bahwa gambaran “kota yang kuat” dalam Amsal 10:15 dan 18:11 dapat diintegrasikan pada unsur-unsur pembentukan karakter yaitu evaluasi karakter, konsistensi pada perilaku hikmat dan pengambilan keputusan. Kontribusi riset ini dapat memberikan suatu hubungan bijak dan etika sosial antara orang kaya dan orang miskin sebagai suatu peradaban etis dalam lingkungan komunitas masyarakat.
Copyrights © 2025