Artikel ini mengkaji hubungan antara konsep teologis Logos dan budaya media sosial kontemporer. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dan analisis hermeneutis, penelitian ini menelaah bagaimana pesan iman yang mendalam ditransformasikan dalam komunikasi digital yang instan dan visual. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial mengubah penyampaian pesan keagamaan dari formal dan panjang menjadi ringkas dan mudah diakses, sehingga membuka peluang misiologis baru. Namun, budaya yang berorientasi pada Like dan viralitas ini juga berisiko mereduksi kedalaman teologis, memfragmentasi makna, dan mengkomodifikasi iman. Terjadi ketegangan fundamental antara Logos sebagai komunikasi inkarnasional yang transformatif dan logika digital yang dangkal. Dalam penelitian ini mendapatkan bahwa perlunya pengembangan teologi komunikasi yang etis dan relevan, yang mampu menghadirkan pesan Injil secara otentik tanpa kehilangan substansi spiritualnya di era digital.
Copyrights © 2025