Sebaran tenaga kesehatan mental profesional belum sepenuhnya merata dan masih terpusat di Indonesia Bagian Barat. Berdasarkan data Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia, wilayah Indonesia bagian Timur hanya memiliki 143 psikolog klinis, sementara Pulau Jawa memiliki ratusan di setiap provinsi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendorong pemerataan akses layanan kesehatan mental melalui program Ruang Refleksi, khususnya bagi remaja di Sulawesi Selatan. Program ini diikuti oleh 33 siswa kelas X SMAN 1 Pinrang dan menggunakan metode seminar, pengerjaan lembar kerja, konseling kelompok, serta roleplay. Hasil pre-test dan post-test dianalisis menggunakan uji paired sample t-test, yang menunjukkan perbedaan signifikan dalam peningkatan pemahaman diri peserta (t(33) = -2,416; p < 0,01). Nilai rata-rata meningkat dari 15,33 (SD = 2,102) menjadi 16,18 (SD = 1,530). Selain data kuantitatif, analisis kualitatif dari umpan balik peserta menunjukkan peningkatan kesadaran diri dan pemahaman emosi. Temuan ini menunjukkan bahwa Ruang Refleksi berkontribusi positif dalam menguatkan karakter dan kesehatan mental remaja, serta dapat menjadi model layanan psikososial preventif di wilayah dengan akses terbatas terhadap tenaga profesional. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 3: kehidupan sehat dan sejahtera.
Copyrights © 2025