Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh dukungan sosial terhadap pertumbuhan pasca trauma pada korban difabel akibat bencana gempa Harsono, Yudi Tri; Nurmalitasari, Femmi; Retnowati, Sofia
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology 2020: Online first
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu195

Abstract

The earthquake occurring in Yogyakarta in 2006 left long term consequences, especially to those who experienced disability as a result of the disaster. Post traumatic growth is an individual’s positive interpretation of negative experiences or feelings as result of his struggles in overcoming life challenges. This research aims to explore the role of social support in post traumatic growth on diffable survivors of Yogyakarta earthquake. The subjects were survivors of Yogyakarta earthquake in 2006 (N = 51) who suffered upper and lower limbs disability in arms, feet, and spinal cord. Data were collected using Post Traumatic Growth Scale and Sosial Support Scale. The multiple regression analysis suggested that social support significantly contributed to posttraumatic growth among survivors with disabilities of the Yogyakarta earthquake.
Perkembangan Sosial Emosi pada Anak Usia Prasekolah Femmi Nurmalitasari
Buletin Psikologi Vol 23, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.527 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.10567

Abstract

Perkembangan 1 sosial emosi semakin dipahami sebagai sebuah krisis dalamperkembangan anak. Hal ini disebabkan karena anak terbentuk melalui sebuah perkembangan dalam proses belajar. Dari masa perkembangan awal, bayi menunjukkan rasa aman dalam keluarganya apabila kebutuhannya terpenuhi oleh lingkungan. Bayi akan mengeksplorasi melalui sentuhan, rasa, dll. Dari mengeksplorasi itulah bayi akan belajar. Sebaliknya, apabila bayi merasa tidak aman dalam lingkungan keluarga, bayi akan menghabiskan energinya untuk mengatur dirinya sehingga bayi tidak memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi. Ketika bayi tidak dapat kesempatan untuk bereksplorasi, bayi tidak memiliki kesempatan untukbelajar.
Pengaruh dukungan sosial terhadap pertumbuhan pasca trauma pada korban difabel akibat bencana gempa Yudi Tri Harsono; Femmi Nurmalitasari; Sofia Retnowati
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu195

Abstract

The earthquake occurring in Yogyakarta in 2006 left long term consequences, especially to those who experienced disability as a result of the disaster. Post traumatic growth is an individual’s positive interpretation of negative experiences or feelings as result of his struggles in overcoming life challenges. This research aims to explore the role of social support in post traumatic growth on diffable survivors of Yogyakarta earthquake. The subjects were survivors of Yogyakarta earthquake in 2006 (N = 51) who suffered upper and lower limbs disability in arms, feet, and spinal cord. Data were collected using Post Traumatic Growth Scale and Sosial Support Scale. The multiple regression analysis suggested that social support significantly contributed to posttraumatic growth among survivors with disabilities of the Yogyakarta earthquake.
Pengembangan Skala Kecemasan Korban Kekerasan Seksual: Modifikasi Skala Zung pada Kecemasan Aida Annisa Nur Kamila; Risky Nosa Pratami; Kara Lea Nata Duwi Anggraeni; Raissa Kumala Mumtaz; Femmi Nurmalitasari
Flourishing Journal Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i32023p110-119

Abstract

The self-rating anxiety scale by Zung is still widely used by researchers. However, there is no definite measurement tool for measuring anxiety in victims of sexual violence, both verbal and non-verbal. In fact, many studies conducted by researchers to test the anxiety of victims of sexual violence. Because of this, this study aims to modify the Zung scale as a development of the anxiety scale for victims of sexual violence. This study attempted to modify the item by adding context and updating the definition of anxiety according to the DSM-V. The content validity test was carried out by expert judgment, and trials were carried out to measure the item's discriminatory power, validity, and reliability. Validity was measured using three expert judgments. Discrimination power was measured using Corrected Item-Total Correlation, while reliability was measured using Cronbach's Alpha. The subjects in this study were 32 subjects. The results show that the items that successfully meet the validity and reliability are 20 items that represent 20 aspects consisting of affective and somatic symptoms. AbstrakSkala kecemasan self-rating anxiety scale oleh Zung masih banyak digunakan peneliti. Namun, skala kecemasan yang dikhususkan untuk mengukur kecemasan pada korban kekerasan seksual belum terdapat alat ukur yang pasti hingga saat ini, baik verbal maupun non-verbal. Padahal, banyak penelitian yang dilakukan untuk menguji kecemasan korban kekerasan seksual. Oleh karena hal tersebut penelitian inibertujuan untuk memodifikasi skala Zung sebagai pengembangan skala kecemasan korban kekerasan seksual. Penelitian ini berusaha untuk melakukan modifikasi aitem dengan menambahkan konteks dan memperbarui definisi kecemasan menyesuaikan dengan DSM-V. Uji validitas isi dilakukan dengan expert judgement, dan uji coba dilakukan untuk mengukur daya deskriminasi aitem, validitas, dan reliabilitas. Validitas diukur menggunakan tiga expert judgement. Daya diskriminasi diukur menggunakan Corrected Item-Total Correlation, sedangkan reliabilitas diukur menggunakan Alpha Cronbach. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 32 subjek. Hasilnya menunjukkan aitem yang berhasil memenuhi validitas dan reliabilitas 20 aitem yang mewakili 20 aspek yang terdiri dari gejala afektif dan somatik.
Adaptasi Instrumen Academic Expectation Stress Inventory-9 (AESI-9) pada Siswa SMA Andika Novia Putri Rachmawati; Charaka Bintang Nararya; Wisnu Samodra; Femmi Nurmalitasari
Flourishing Journal Vol. 4 No. 8 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i82024p347-357

Abstract

Research on Academic Expectations Stress Inventory-9 (AESI-9) is important because it has an essential role as a risk factor for stress due to parents' academic expectations for their children. However, the measuring instrument in the Indonesian version has not been found. The purpose of this study was to adapt the Academic Expectations Stress Inventory-9 (AESI-9) instrument into the Indonesian version. This study was conducted online using a Google Form link intended for high school students in Indonesia (N=40; 21 male subjects and 19 female subjects) aged 16-19 years. The results of the validity test showed that all AESI-9 adaptation instruments were appropriate because they had an Aiken's V assessment >0.6. The results of the reliability test based on the Cronbach's Alpha value were 0.871. This instrument can be considered reliable and categorized as strong because the value exceeds 0.6 which is the reliability standard. The discriminatory power of the instruments in this study met the standard, which was above 0.3. The statistical results show that the high category has a value of 14, the medium category has a value of 12, the low category has a value of 11, and the very low category has a value of 3. AbstrakPenelitian mengenai Academic Expectations Stress Inventory-9 (AESI-9) ini penting karena memiliki peran yang esensial sebagai faktor risiko stres akibat ekspektasi akademik orang tua terhadap anaknya. Akan tetapi, alat ukur dalam versi Bahasa Indonesia masih belum ditemukan. Tujuan penelitian ini untuk mengadaptasi instrumen Academic Expectations Stress Inventory-9 (AESI-9) ke dalam versi Bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan secara online menggunakan link Google Form yang ditujukan untuk siswa dan siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) di Indonesia (N=40; 21 subjek laki-laki dan 19 subjek perempuan) yang berusia antara 16-19 tahun. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa seluruh instrumen adaptasi AESI-9 sesuai karena memiliki penilaian Aiken’s V >0,6. Hasil uji reliabilitas yang didasarkan dari nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,871. Instrumen ini dapat dianggap reliabel dan dikategorikan kuat karena nilai tersebut melebihi 0,6 yang merupakan standar reliabilitas. Daya beda instrumen pada penelitian ini memenuhi standar yaitu di atas 0,3. Hasil statistik menunjukkan bahwa kategori tinggi memiliki nilai 14, kategori sedang bernilai 12, kategori rendah bernilai 11, dan kategori sangat rendah senilai 3.
Pengelolaan Cfa pada Instrumen Skala Body Appreciation Scale (Bas-2) Menggunakan Software Lisrel Sholikhah, Nikmatus; Nirwana, Nila Turkhudus; Sakha, Nisrina Nabila; Nurmalitasari, Femmi
Flourishing Journal Vol. 4 No. 10 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i102024p481-491

Abstract

Body appreciation is a concept that refers to the appreciation or positive regard an individual has for their own body. Understanding body perception plays a crucial role as it can shape an individual’s self-concept. Individuals with good body appreciation are often linked to better well-being. Developing instruments related to body appreciation in a cultural context is essential, as it allows for measuring body appreciation within a specific culture. The aim of this study is to examine the construct validity of the Body Appreciation Scale (BAS-2) instrument. This research is a quantitative study using the Confirmatory Factor Analysis (CFA) measurement model. Participants in this study were college students aged 18–25 years from across Indonesia. The initial CFA results indicated that some models were not a good fit, prompting modifications to achieve a model that meets the fit criteria. After achieving an overall data fit, further validity and reliability tests showed that the convergent validity was not met. Thus, the BAS-2 instrument in this study needs to be retested in future research. AbstrakBody appreciation merupakan konsep yang merujuk pada penghargaan atau apresiasi yang seseorang miliki terhadap tubuhnya sendiri. Pemahaman terhadap persepsi tubuh memberi peranan penting karena hal ini dapat membentuk konsep diri bagi individu. Individu dengan body appreciation yang baik cenderung berhubungan dengan well-being. Pengembangan instrumen terkait body appreciation dalam konteks budaya diperlukan sebab hal ini dapat menjadi upaya pengukuran body appreciation dalam suatu budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji validitas konstruk dari instrumen body appreciation scale (BAS-2). Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan model pengukuran Confirmatory Factor Analysis (CFA). Partisipan pada penelitian ini merupakan mahasiswa berusia 18 – 25 tahun di seluruh Indonesia. Hasil CFA awal yang terdapat beberapa model yang tidak fit, lalu dilakukan modifikasi agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan kriteria sehingga mendapatkan hasil keseluruhan data fit. Pada pengelolaan hasil fit setelah di uji validitas dan reliabilitas ternyata pada validitas konvergennya tidak terpenuhi. Sehingga instrument BAS-2 pada penelitian ini perlu diuji kembali dengan penelitian selanjutnya.
Validitas Konstruk Alat Ukur College Academic Self-efficacy Scale pada Mahasiswa Musyafirah, Tiara Dewi; Tira, Usagi Alifa; Rosalia, Vinka; Fajriyah, Zahyrina Akhsanti; Nurmalitasari, Femmi
Flourishing Journal Vol. 4 No. 10 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i102024p504-510

Abstract

Academic self-efficacy refers to an individual's ability to engage in learning activities to achieve academic goals. Measuring academic self-efficacy among students is necessary to gain an overview of the self-efficacy they possess and to identify appropriate intervention steps to support academic success. There are several instruments for measuring academic self-efficacy, one of which is the College Academic Self-Efficacy Scale (CASES). This instrument was adapted into Indonesian in 2022, but its measurement has been limited to content validity. This study aims to re-examine the construct validity of the adapted CASES measure to determine whether each factor aligns with the cultural context. The testing will be conducted through a quantitative research design. The sampling technique will use purposive sampling with a total sample of 116 respondents, who are active students at universities in Indonesia. Data analysis will utilize the JASP application to perform Confirmatory Factor Analysis (CFA). Psychometric results indicate that the adapted CASES has not achieved a fit model. This suggests that the CASES measure still needs further development. AbstrakEfikasi diri akademik adalah kemampuan yang dimiliki individu untuk menjalankan aktivitas belajar untuk mencapai tujuan akademik. Pengukuran terkait efikasi akademik di kalangan mahasiswa diperlukan agar membantu melihat gambaran efikasi akademik yang dimiliki mahasiswa serta untuk mengindentifikasi langkah intervensi yang tepat dalam menunjang keberhasilan akademik. Terdapat beberapa instrumen untuk pengukuran academic self-esteem, salah satunya College Academic Self-Efficacy Scale (CASES). Instrumen tersebut telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia pada tahun 2022, namun masih terbatas pada pengukuran validitas isi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kembali validitas konstruk dari alat ukur CASES yang telah diadaptasi agar diketahui setiap faktor yang ada sesuai konteks budaya. Pengujian dilakukan melalui desain penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 116 responden yang merupakan mahasiswa aktif di universitas di Indonesia. Analisis data menggunakan aplikasi JASP untuk melakukan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Hasil psikometri menunjukkan bahwa CASES yang telah diadaptasi belum mendaptkan model yang fit. Hal ini menunjukkan bahwa alat ukur CASES masih perlu untuk dikembangkan lebih lanjut.
Penguatan Positive Character (Strengths) melalui Ruang Refleksi bagi Remaja Dewi Fatmasari Edy; Femmi Nurmalitasari; Syurawasti Muhiddin; Nauroh Nadzifah A. T. E.; Widi Febrianti
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1145

Abstract

Sebaran tenaga kesehatan mental profesional belum sepenuhnya merata dan masih terpusat di Indonesia Bagian Barat. Berdasarkan data Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia, wilayah Indonesia bagian Timur hanya memiliki 143 psikolog klinis, sementara Pulau Jawa memiliki ratusan di setiap provinsi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendorong pemerataan akses layanan kesehatan mental melalui program Ruang Refleksi, khususnya bagi remaja di Sulawesi Selatan. Program ini diikuti oleh 33 siswa kelas X SMAN 1 Pinrang dan menggunakan metode seminar, pengerjaan lembar kerja, konseling kelompok, serta roleplay. Hasil pre-test dan post-test dianalisis menggunakan uji paired sample t-test, yang menunjukkan perbedaan signifikan dalam peningkatan pemahaman diri peserta (t(33) = -2,416; p < 0,01). Nilai rata-rata meningkat dari 15,33 (SD = 2,102) menjadi 16,18 (SD = 1,530). Selain data kuantitatif, analisis kualitatif dari umpan balik peserta menunjukkan peningkatan kesadaran diri dan pemahaman emosi. Temuan ini menunjukkan bahwa Ruang Refleksi berkontribusi positif dalam menguatkan karakter dan kesehatan mental remaja, serta dapat menjadi model layanan psikososial preventif di wilayah dengan akses terbatas terhadap tenaga profesional. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 3: kehidupan sehat dan sejahtera.
Analisis Psikometri Instrumen General Self-efficacy Scale Versi Bahasa Indonesia pada Mahasiswa di Indonesia Kamu, Briansen Jonatan Park; Al Mahy, Aulia Naqsya Luna; Meok, Beatrix Lynina Putri; Nurmalitasari, Femmi
Flourishing Journal Vol. 5 No. 12 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i122025p700-708

Abstract

The General Self-efficacy Scale (GSES) is a psychological instrument designed to measure an individual's general belief in their ability to cope with various life challenges. This scale is unidimensional and encompasses three main aspects: magnitude, generality, and strength. This study aimed to re-examine the psychometric properties of the Indonesian version of the GSES adapted by Novrianto et al. (2019). The research sample consisted of 323 active university students from various regions in Indonesia. Data analysis was conducted using Confirmatory Factor Analysis (CFA) with the JASP 0.19.00 software. Initial analysis results indicated that the measurement model did not meet the model fit criteria. After modification by removing five items based on residual variances, the final model showed excellent results (CFI = 0.996; GFI = 0.999; RMSEA = 0.036). Reliability testing indicated a construct reliability (CR) value of 0.826, while the Average Variance Extracted (AVE) value was 0.491. Although the AVE was slightly below the ideal standard (0.5), these results still demonstrate that the modified version of the GSES has strong construct validity and high reliability. Thus, this scale is suitable for measuring general self-efficacy in the Indonesian student population. Abstrak General Self-Efficacy Scale (GSES) adalah instrumen psikologis yang dirancang untuk mengukur keyakinan umum individu terhadap kemampuannya dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Skala ini bersifat unidimensional dan mencakup tiga aspek utama, yaitu magnitude, generality, dan strength. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kembali psikometri GSES versi bahasa Indonesia yang telah diadaptasi oleh Novrianto dkk. (2019). Sampel penelitian terdiri dari 323 mahasiswa aktif dari berbagai wilayah di Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan bantuan software JASP 0.19.00. Hasil analisis awal menunjukkan bahwa model pengukuran belum memenuhi kriteria kecocokan model. Setelah dilakukan modifikasi dengan menghapus lima aitem berdasarkan nilai residual variances, model akhir menunjukkan hasil yang sangat baik (CFI = 0,996; GFI = 0,999; RMSEA = 0,036). Uji reliabilitas menunjukkan nilai construct reliability (CR) sebesar 0,826, sementara nilai Average Variance Extracted (AVE) sebesar 0,491. Meskipun AVE sedikit di bawah standar ideal (0,5), hasil ini tetap menunjukkan bahwa GSES versi modifikasi memiliki validitas konstruk yang kuat dan reliabilitas yang tinggi. Dengan demikian, skala ini layak digunakan untuk mengukur efikasi diri umum pada populasi mahasiswa di Indonesia.
Body Appreciation Pada Perempuan Dewasa Awal yang Aktif Menggunakan Media Sosial Ashgarie, Rayza Ilfie Azkya; Ikhsan, Muhamad Farid Fadjadil; Amelia P, Chariesma; Nurmalitasari, Femmi
Flourishing Journal Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i62022p457-467

Abstract

Abstract: Masa dewasa awal merupakan masa yang penuh gejolak dan perubahan, baik secara fisik ataupun psikis. Berbagai tantangan perlu dilewati oleh para dewasa awal agar dapat menjadi orang dewasa yang mandiri dan bertanggung jawab. Dalam konteks ini, perempuan memiliki kesulitan tersendiri dalam menangani tantangan yang berkaitan dengan fisik alias citra tubuh. Citra tubuh merupakan bagaimana individu memandang diri mereka. Jika pada penelitian terdahulu seringkali yang diangkat citra tubuh negatif atau body dissatisfaction yang dirasakan, maka penelitian kali ini mencoba mencari sejauh mana apresiasi tubuh yang dilakukan oleh para perempuan dewasa awal ketika mereka secara aktif menggunakan media sosial. Media sosial digunakan sebagai variabel sebab citra tubuh paling sering berubah karena terdampak dari media sosial, membandingkan diri misalnya. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif dengan subjek sejumlah 42 orang yang diperoleh melalui purposive sampling ini menghasilkan kesimpulan bahwa sebagian besar subjek masih memiliki tingkat body appreciation yang baik yakni tinggi dan sangat tinggi, terlepas dirinya menjadi pengguna aktif media sosial. Salah satu yang mempengaruhi kemungkinan usia yang semakin matang sehingga lebih mampu meregulasi emosi dan perilakunya. Diharapkan kecenderungan ini akan bertahan agar para perempuan dewasa awal ini tumbuh menjadi orang dewasa yang penuh kepercayaan diri. Keywords: dewasa awal; citra tubuh; apresiasi tubuh; penyusunan instrumen psikologi Abstrak: Early adulthood is a period full of turmoil and change, both physically and psychologically. Various challenges need to be passed by early adults to become adults who are independent and responsible. In this context, women have their own difficulties in dealing with challenges related to physique, aka body image. Body image is how individuals perceive themselves If in previous studies it was often raised negative body image or perceived body dissatisfaction, this research tries to find out the extent to which early adult women appreciate the body when they actively use social media. Social media is used as a variable because body image changes most often due to the impact of social media, comparing oneself for example. The research was conducted using a quantitative method with a total of 42 subjects obtained through purposive sampling. This resulted in the conclusion that most of the subjects still had a good level of body appreciation, in level high and very high, regardless of being an active user of social media. One that affects the possibility of a more mature age so that it is more able to regulate its emotions and behavior. It is hoped that this trend will persist as these early adult women grow into confident adults. Kata kunci: early adulthood; body image; body appreciation; psychological instrument