Desa Sungai Itik memiliki keanekaragaman hayati dan potensi ekonomi yang tinggi, salah satunya melalui komoditas madu kelulut. Kelompok Produktif Itama Mandiri merupakan salah satu pelaku utama dalam pengembangan madu kelulut di Parit Wa’bibah Dusun Mawar, Desa Sungai Itik, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa kelompok mitra masih menghadapi sejumlah permasalahan utama, yaitu proses produksi madu yang masih sederhana, kadar air madu kelulut yang tinggi, penggunaan mesin pompa rakitan yang kurang higienis, serta belum diterapkannya manajemen pemasaran secara optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui transfer iptek dan pemanfaatan produk Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam mendukung ekonomi hijau serta pengembangan kelompok petani berkelanjutan, khususnya melalui penerapan TTG pasca panen madu kelulut. Kebaruan program ini terletak pada implementasi inovasi TTG berupa mesin pengurang kadar air tanpa pemanasan dan mesin pompa madu kelulut yang higienis, sehingga mampu meningkatkan kualitas dan daya saing produk secara berkelanjutan. Program ini sangat penting dilakukan mengingat para petani masih menghadapi keterbatasan teknologi pasca panen yang berdampak pada nilai jual serta keberlanjutan ekonomi lokal, di samping minimnya adopsi teknologi ramah lingkungan di tingkat kelompok tani di Kalimantan Barat. Pelaksanaan PKM ini menghasilkan peningkatan kuantitas dan kualitas madu kelulut melalui penerapan mesin pengurang kadar air dan mesin pompa madu kelulut yang lebih higienis, yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan kelompok. Strategi keberlanjutan program dijalankan melalui pembinaan kepada kelompok-kelompok masyarakat lain agar dapat mengadopsi teknologi dan pengetahuan yang telah diperoleh.
Copyrights © 2025