Penyakit paru akibat kerja (PPAK) merupakan masalah kesehatan global. Pajanan lingkungan kerja menyebabkan terjadinya 11,5% kasus Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dan 9,4 % kasus Asma akibat Kerja. Pajanan PM 2,5 dari lingkungan kerja dinilai berpotensi menyebabkan terjadinya penyakit paru interstitial dengan periode waktu 10-15 tahun. Pekerja pabrik merupakan salah satu kelompok yang perlu diperhatikan dalam langkah pencegahan penyakit paru akibat kerja. Rendahnya pemantauan pemeriksaan kesehatan berkala dan perubahan stigma yang berbeda dari setiap pekerja menjadi temuan tertinggi dalam langkah pencegahan PPAK pada pekerja pabrik. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan Penyuluhan Pencegahan Penyakit Paru Akibat Kerja pada Pekerja Pabrik di PT. X Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau menjadi kewajiban akademisi dan klinisi untuk menekan insidens kasus PPAK. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan meningkatkan kesadaran pekerja pabrik menjadi fokus utama dalam kegiatan ini.
Copyrights © 2025