Stunting merupakan suatu kondisi gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak sebagai dampak dari kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Beredasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), diketahui bahwa prevalensi stunting di Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2022 adalah 25,2%. Berperan sebagai jembatan antara tenaga kesehatan dan masyarakat, penting memaksimalkan peran Kader Posyandu dalam upaya penurunan prevalensi stunting. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada 40 orang Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Alai sebagai responden Pengabmas tentang pencegahan stunting dengan menggunakan Emo-Demo. Studi ini berbentuk penelitian kuantitatif dengan rancangan one group pretest and posttest, dimana dilakukan pretest sebelum intervensi menggunakan metode Emo-Demo melalui demonstrasi dan posttest setelah intervensi untuk mengetahui perubahan pengetahuan dan sikap Kader Posyandu sebelum dan sesudah intervensi. Melalui pengumpulan data menggunakan instrumen angket, diperoleh hasil Pengabmas bahwa terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan intervensi yaitu 10.40 dan 13.83, dan peningkatan sikap sebelum dan sesudah imtervensiyaitu 62.40 dan 72.95. Terdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuan (p=0.0001) dan sikap (p=0.0001). Diharapkan edukasi ini dapat dikembangkan menjadi suatu kegiatan pelatihan dalam meningkatkan keterampilan Kader Posyandu, sehingga Kader dapat diberdayakan dalam upaya pencegahan risiko stunting pada balita.
Copyrights © 2025