Potensi alam dan sumber daya manusia Desa Borisallo dapat mewujudkan kampung keluarga sadar gizi. Potensi tersebut adalah berlimpahnya labu kuning dan kader posyandu yang aktif. Tujuan PKM adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam konsep KADARZI, mendiversifikasi olahan labu kuning, pelatihan antropometri, dan pembentukan tim Dashat. Metode PKM adalah ceramah, diskusi, dan praktek, dengan jumlah peserta sebanyak 20 kader. Hasil PKM dengan menggunakan pre dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam mendiversifikasi olahan labu kuning menjadi susu, tepung, mie, puding, dan cake (80% dan 100%), pelatihan antropometri (90% dan 80%), serta edukasi kampung sadar gizi (90% dan 70%). Implikasi PKM ini adalah terciptanya tim Dashat yang dapat mengontrol secara dini kasus stunting, serta merenovasi dapur posyandu menjadi dapur sehat untuk kegiatan pemberian makanan tambahan. Kebaruan program ini terletak pada pemanfaatan potensi lokal berupa labu kuning sebagai bahan pangan fungsional yang dikombinasikan dengan penguatan kapasitas kader posyandu melalui diversifikasi produk gizi dan pembentukan tim Dashat sebagai model berkelanjutan pencegahan stunting di tingkat desa.
Copyrights © 2025