Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, merupakan kawasan ekowisata yang masih menghadapi keterbatasan akses energi listrik dari jaringan PLN. Kondisi ini menjadi kendala bagi pengembangan wisata dan aktivitas ekonomi masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menyediakan energi terbarukan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dengan target kapasitas 300 W. Metode pelaksanaan meliputi survei debit dan tinggi jatuh air, perhitungan kapasitas daya, perancangan kincir air tipe undershot, fabrikasi komponen, instalasi sistem transmisi, serta pengujian output selama tujuh hari dengan variasi beban. Hasil implementasi menunjukkan kapasitas terpasang sebesar 70 W, lebih rendah dari target awal akibat debit air yang fluktuatif, efisiensi turbin yang terbatas, serta kerugian pada sistem transmisi. Meski demikian, listrik yang dihasilkan telah dimanfaatkan untuk penerangan jalan wisata, fasilitas charging ponsel di kios, dan penerangan rumah warga sekitar. Dampak nyata ini mendukung kenyamanan wisatawan, meningkatkan keamanan lokasi wisata, serta memberdayakan masyarakat desa. Keterbatasan utama kegiatan ini adalah perbedaan signifikan antara target dan realisasi daya. Oleh karena itu, pengembangan selanjutnya disarankan untuk mengoptimalkan desain turbin, meningkatkan efisiensi generator, serta mengintegrasikan PLTMH dengan energi surya agar kapasitas lebih besar dan stabil. Dengan demikian, PLTMH sederhana terbukti dapat menjadi solusi awal menuju kemandirian energi dan penguatan citra ekowisata berkelanjutan di Desa Munduk.
Copyrights © 2025