Literasi digital merupakan keterampilan penting yang diperlukan oleh seluruh lapisan masyarakat untuk memfasilitasi adopsi teknologi. Salah satu kelompok yang membutuhkan penguatan literasi digital adalah masyarakat Baduy Luar, khususnya dalam konteks transaksi jual beli, guna meningkatkan prospek ekonomi mereka. Tujuan utama kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan literasi digital pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Kanekes Baduy melalui pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai instrumen transaksi jual beli. Program ini memiliki kebaruan dalam pendekatannya, yaitu dengan mengintegrasikan kearifan lokal dan budaya masyarakat Baduy dalam proses pelatihan digital. Metode yang diterapkan tidak hanya berupa sosialisasi dan pelatihan teknis, tetapi juga menggunakan pendekatan komunikasi berbasis komunitas, simulasi transaksi berbasis kasus nyata UMKM, serta modul visual sederhana yang disesuaikan dengan tingkat literasi peserta. Selain itu, program ini mengkombinasikan pendampingan lapangan dan peer learning antar pelaku UMKM, sehingga tercipta ekosistem belajar yang berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 dengan tiga tahap utama: sosialisasi dan pelatihan, pendampingan intensif, serta evaluasi. Sasaran kegiatan ini adalah 20 pelaku UMKM dari komunitas Kanekes Baduy. Hasil program menunjukkan peningkatan kesadaran, literasi digital, dan keterampilan teknis dalam penggunaan QRIS. Faktor sosial, budaya, dan ekonomi turut memengaruhi proses adopsi, namun keberhasilan program ditunjukkan dengan bertambahnya kepercayaan diri pelaku UMKM dalam transaksi digital. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan kognitif, tetapi juga memberikan model pemberdayaan literasi digital berbasis budaya lokal.
Copyrights © 2025