Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Literasi Digital dalam Adaptasi Teknologi Transaksi Jual Beli bagi UMKM Desa Kanekes Baduy Ellya Pratiwi; Musfiah Saidah; Isna Rahmawati
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i3.1336

Abstract

Literasi digital merupakan keterampilan penting yang diperlukan oleh seluruh lapisan masyarakat untuk memfasilitasi adopsi teknologi. Salah satu kelompok yang membutuhkan penguatan literasi digital adalah masyarakat Baduy Luar, khususnya dalam konteks transaksi jual beli, guna meningkatkan prospek ekonomi mereka. Tujuan utama kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan literasi digital pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Kanekes Baduy melalui pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai instrumen transaksi jual beli. Program ini memiliki kebaruan dalam pendekatannya, yaitu dengan mengintegrasikan kearifan lokal dan budaya masyarakat Baduy dalam proses pelatihan digital. Metode yang diterapkan tidak hanya berupa sosialisasi dan pelatihan teknis, tetapi juga menggunakan pendekatan komunikasi berbasis komunitas, simulasi transaksi berbasis kasus nyata UMKM, serta modul visual sederhana yang disesuaikan dengan tingkat literasi peserta. Selain itu, program ini mengkombinasikan pendampingan lapangan dan peer learning antar pelaku UMKM, sehingga tercipta ekosistem belajar yang berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 dengan tiga tahap utama: sosialisasi dan pelatihan, pendampingan intensif, serta evaluasi. Sasaran kegiatan ini adalah 20 pelaku UMKM dari komunitas Kanekes Baduy. Hasil program menunjukkan peningkatan kesadaran, literasi digital, dan keterampilan teknis dalam penggunaan QRIS. Faktor sosial, budaya, dan ekonomi turut memengaruhi proses adopsi, namun keberhasilan program ditunjukkan dengan bertambahnya kepercayaan diri pelaku UMKM dalam transaksi digital. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan kognitif, tetapi juga memberikan model pemberdayaan literasi digital berbasis budaya lokal.
Peran Kelompok Tani Gabungan Semua Gang 07 dalam Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Urban Farming Sulistiyaningsih Sulistiyaningsih; Isna Rahmawati
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 16, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v16i2.12566

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk di DKI Jakarta telah menyebabkan berkurangnya luas lahan pertanian yang signifikan, terutama di wilayah padat penduduk seperti di Kelurahan Kembangan Utara. Alih fungsi lahan pertanian ke penggunaan lain semakin mempersempit ruang terbuka hijau. Sehingga program urban farming yang dijalankan Kelompok Tani GSG 07 menjadi solusi untuk menjaga ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran yang dilakukan Kelompok Tani GSG 07 serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam program urban farming. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi metode dan triangulasi sumber data.  Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa sebagai fasilitator Kelompok Tani GSG 07 telah menjalankan perannya dalam memberdayakan masyarakat melalui program urban farming sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Jim Ife dan Tesoriero yakni peran fasilitatif, peran mendidik, peran perwakilan, dan peran teknik. Faktor pendukung program urban farming diantaranya kerjasama antara kelompok tani dan masyarakat, bantuan materi dan non materi, serta faktor penghambat yaitu faktor sosial, cuaca, dan hama.