Limbah pasar di Nagari Sikabau, khususnya kulit jengkol, menjadi permasalahan lingkungan serius akibat keterbatasan pengetahuan dan teknologi dalam pengelolaannya. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan pengelolaan limbah kulit jengkol menjadi briket arang bernilai ekonomis dengan melibatkan Kelompok Sadar Lingkungan (POKDARLING) sebagai mitra utama. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama 5 bulan (Juni 2024 - November 2024) dengan menggunakan metode participatory rural appraisal (PRA), program ini menerapkan pelatihan, pendampingan, dan praktik langsung pembuatan briket. Metode PRA yang dioperasionalkan melalui lima tahapan sistematis: (1) survei dan identifikasi masalah, (2) pelatihan teoritis tentang teknologi briket arang, (3) demonstrasi dan praktik langsung pembuatan briket, (4) pendampingan intensif produksi skala kecil, dan (5) evaluasi partisipatif hasil kegiatan. Program ini melibatkan 15 peserta dari berbagai elemen masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta berdasarkan pre-post test, penguasaan teknik produksi briket arang oleh peserta, terbentuknya unit produksi briket yang dilengkapi 2 unit mesin (blender tepung arang dan pencetak briket), pengurangan volume limbah kulit jengkol di pasar. Program ini berimplikasi sebagai model percontohan yang dapat direplikasi di daerah lain untuk mengatasi permasalahan limbah serupa dengan pendekatan ekonomi sirkular berbasis masyarakat.
Copyrights © 2025