Guru IPS memerlukan penguatan profesional agar mampu merancang pembelajaran yang relevan dengan keragaman sosial-budaya peserta didik. Pengajaran yang responsif secara budaya (Culturally Responsive Teaching/CRT) menekankan peran aktif guru dalam mengaitkan materi IPS dengan identitas, pengalaman, dan konteks budaya peserta didik melalui interaksi kelas yang inklusif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan CRT (melalui rangkaian pelatihan pendekatan CTRL yang digunakan dalam kegiatan) untuk meningkatkan kompetensi guru IPS anggota MGMP IPS Kota Padang dalam memahami prinsip CRT, merancang modul/RPP IPS berbasis kearifan lokal, serta menyiapkan strategi pembelajaran dan asesmen yang lebih responsif budaya. Dampak terhadap pembelajaran IPS yang lebih bermakna bagi peserta didik diposisikan sebagai outcome yang diharapkan melalui implementasi perangkat ajar yang disusun, namun tidak diukur secara langsung pada kegiatan ini. Metode pelaksanaan terdiri atas empat langkah, yaitu persiapan dan sosialisasi, kegiatan inti 1 (pembinaan), kegiatan inti 2 (pelatihan perancangan perangkat ajar dengan pendekatan CTRL), dan tahap pemberdayaan/evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan guru memperoleh pengetahuan dan strategi untuk mengaitkan pembelajaran IPS dengan latar budaya, yang tercermin pada modul/RPP yang disusun. Selain itu, berdasarkan kegiatan diseminasi perangkat ajar, sebanyak 90% guru melaporkan telah menerapkan prinsip pembelajaran responsif budaya dalam praktik pembelajaran sehari-hari.
Copyrights © 2025