Penguatan identitas lokal dan peningkatan kualitas estetika ruang publik merupakan aspek penting dalam pengembangan desa wisata berbasis masyarakat. Desa Wisata Green Kayen, Kabupaten Sleman, memiliki potensi alam dan budaya yang kuat, namun masih menghadapi permasalahan rendahnya kualitas visual ruang publik dan belum optimalnya representasi identitas lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas estetika ruang publik sekaligus memperkuat identitas lokal melalui program muralisasi partisipatif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan desain partisipatif dengan tahapan perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Kegiatan melibatkan dosen dan mahasiswa arsitektur Universitas Teknologi Yogyakarta, pengelola desa wisata, Karang Taruna, kelompok masyarakat, serta mitra industri sebagai pendukung teknis. Evaluasi dampak dilakukan secara kualitatif melalui observasi lapangan dan wawancara semi-terstruktur dengan pemangku kepentingan lokal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa muralisasi mampu mentransformasi ruang publik yang sebelumnya kurang tertata menjadi elemen visual yang lebih estetis, komunikatif, dan merepresentasikan narasi budaya lokal. Selain meningkatkan kualitas visual kawasan, proses partisipatif juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat, memperkuat rasa memiliki terhadap ruang publik, serta meningkatkan kohesi sosial komunitas. Kegiatan ini menunjukkan bahwa muralisasi partisipatif dapat menjadi strategi intervensi ruang publik yang efektif, ekonomis, dan berkelanjutan dalam mendukung pengembangan desa wisata berbasis identitas lokal. Model pengabdian ini berpotensi direplikasi pada desa wisata lain dengan karakteristik serupa.
Copyrights © 2025