Pelayanan yang baik akan menjadi tolak ukur kualitas dan kinerja seorang apoteker dalam melaksanakan pelayan kefarmasian dalam pekerjaan kefarmasian. Kurangnya kinerja apoteker berdasarkan fakta menunjukkan bahwa tidak semua apoteker menjalankan pelayanan kefarmasian sesuai standar yang ditetapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja Apoteker di Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pelatihan dan motivasi baik secara parsial dan simultan terhadap kinerja Apoteker di Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah; Metode penelitian ini menggunakan asosiatif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah Seluruh Apoteker di Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah. Jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak 154 orang. Metode analisis data menggunakan uji Reliabilitas dan Validitas dan Analisis Regresi linear berganda serta uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja apoteker sebesar 0,425 atau 42,5% dengan tingkat signifikan 0,000 < 0,005. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi motivasi kerja semakin tinggi kinerja apoteker. Pelatihan berpengaruh signifikan terhadap terhadap kinerja apoteker sebesar 0,434 atau 43,4% dengan tingkat signifikan 0,000 < 0,005. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik pelatihan semakin tinggi kinerja apoteker. Motivasi kerja dan pelatihan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja apoteker sebesar 0,671 atau 67,1% dengan signifikansi F sebesar 0,000 < 0,005. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi motivasi kerja dan pelatihan maka semakin tinggi kinerja apoteker.
Copyrights © 2025