Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya minat generasi muda terhadap seni tradisional seperti Reog Ponorogo di tengah arus globalisasi, yang menimbulkan kekhawatiran akan keberlangsungan warisan budaya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi kesenian Reog di SMK Muhammadiyah 5 Purwantoro sebagai media pelestarian budaya dan pembentukan karakter siswa, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap siswa, guru pembina, pelatih Reog, dan orang tua siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrakurikuler Reog di SMK Muhammadiyah 5 Purwantoro berhasil menjalankan fungsi ganda sebagai media pelestarian budaya dan sarana pendidikan karakter, menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, percaya diri, dan kerja sama pada siswa. Meskipun menghadapi tantangan regenerasi dan kejenuhan , strategi personal dan inovasi terbukti efektif dalam menjaga keberlanjutan kegiatan , didukung penuh oleh sekolah, orang tua, dan komunitas lokal. Praktik ini menjadi contoh baik integrasi seni tradisional dalam pendidikan karakter.
Copyrights © 2025