Gangguan energi listrik dari PLN mendorong kebutuhan akan solusi alternatif seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk menjaga kontinuitas energi listrik. Namun, sistem PLTS Off-Grid menghadapi tantangan dalam penyimpanan energi baterai dan risiko lonjakan tegangan selama switching. Penelitian ini bertujuan merancang prototipe Automatic Transfer Switch (ATS) Zero Crossing yang menggunakan metode sinkronisasi antara PLTS dan PLN untuk memastikan kontinuitas daya dengan meminimalkan lonjakan tegangan dan arus. ATS ini menggunakan mikrokontroler Arduino Nano sebagai pusat pengendali melalui proses zero crossing dengan menerapkan metode sinkronisasi untuk mendeteksi perhimpitan sudut fase antara PLTS dan PLN sebelum melakukan perpindahan sumber daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe ATS zero crossing dengan menerapkan metode sinkronisasi berhasil meminimalkan risiko lonjakan tegangan selama perpindahan sumber daya secara otomatis tanpa menimbulkan kedip pada beban dan menjaga lonjakan tegangan dalam batas toleransi standar ±5%.
Copyrights © 2025