Tingginya laju urbanisasi dan keterbatasan lahan di kota-kota besar Indonesia menimbulkan kebutuhan akan hunian alternatif yang efisien dan adaptif, khususnya bagi Generasi Z sebagai kelompok usia produktif dominan saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kriteria desain Tiny House sistem kluster yang sesuai dengan preferensi Generasi Z melalui pendekatan Design Thinking. Metode penelitian terdiri atas lima tahap: Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test, yang menggabungkan pendekatan deskriptif kuantitatif dan eksploratif kualitatif. Sebanyak 55 responden Generasi Z berpartisipasi dalam survei awal untuk mengeksplorasi tujuh aspek preferensi desain, dilanjutkan dengan pengembangan prototipe visual dan uji persepsi ulang. Hasil penelitian menunjukkan delapan kriteria utama, antara lain efisiensi ruang, fleksibilitas fungsi, keberlanjutan, privasi, dan konektivitas sosial. Prototipe desain yang dikembangkan diterima dengan baik oleh 88,10% responden, yang menyatakan desain telah sesuai dengan preferensi mereka. Temuan ini menegaskan efektivitas Design Thinking sebagai pendekatan partisipatif dalam merancang hunian yang relevan, berkelanjutan, dan responsif terhadap kebutuhan generasi muda urban Indonesia.
Copyrights © 2025