Transformasi mall sebagai ruang publik modern tidak lagi hanya ditentukan oleh keberhasilan fungsi komersialnya, melainkan juga oleh kemampuannya dalam mengakomodasi kebutuhan sosial, kultural, dan emosional pengunjung, khususnya Generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kriteria desain interior mall yang adaptif terhadap karakteristik perilaku dan kebutuhan spasial Generasi Z di Yogyakarta. Dengan metode Design Thinking dan pemetaan aktivitas pengguna, ruang-ruang dalam mall diklasifikasikan menjadi lima zona fungsional berdasarkan alur gerak, intensitas interaksi, dan kebutuhan afektif: zona orientasi, zona retail eksploratif, zona interaksi sosial, zona kebutuhan dasar, dan zona komunitas. Setiap zona dianalisis melalui parameter tata letak, pemilihan material, warna, pencahayaan, dan integrasi teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa desain interior mall yang responsif terhadap dinamika aktivitas dan karakter Generasi Z harus mengutamakan fleksibilitas spasial, konektivitas antar zona, serta pengalaman visual yang mendalam dan imersif. Hasil studi ini diharapkan menjadi referensi konseptual dan praktis bagi desainer interior maupun pengembang ruang publik urban kontemporer.
Copyrights © 2025