Pandangan negatif terhadap alat kontrasepsi masih menjadi hambatan bagi sebagian perempuan untuk berpartisipasi dalam program Keluarga Berencana (KB). Tidak sedikit ibu yang berasumsi bahwa penggunaan kontrasepsi dapat menyebabkan kesulitan dalam memperoleh keturunan. Kekhawatiran tersebut muncul karena adanya perbedaan waktu pemulihan kesuburan setelah penghentian kontrasepsi, sehingga menimbulkan rasa cemas bagi perempuan dan keluarganya ketika merencanakan kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kembalinya kesuburan pada wanita usia subur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu hamil yang memiliki riwayat pemakaian kontrasepsi hormonal, dengan jumlah responden sebanyak 44 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui uji Spearman Rank. Hasil uji menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001 (< 0,05), sehingga hipotesis alternatif (H1) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak. Hal ini membuktikan adanya hubungan signifikan antara lamanya penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kembalinya kesuburan pada wanita usia subur di PMB Sri Wahyuni Kalipare. Dengan temuan ini, perempuan usia subur disarankan untuk mempertimbangkan secara matang jenis kontrasepsi yang akan digunakan serta merencanakan kehamilan dengan cermat. Selain itu, mereka juga perlu memahami faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemulihan kesuburan setelah berhenti menggunakan kontrasepsi tertentu.
Copyrights © 2025