Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Effect of the Use of Kinetic Sand as a Stimulation Media for Fine Motor Development in Preschool Children at RA Al-Masithoh Karangploso Imas Fideli Pragistha; Herawati Mansur; Reni Wahyu Triningsih
Journal of Local Therapy Vol 1 No 1 (2022): Journal of Local Therapy
Publisher : Pusat Unggulan IPTEK POLTEKKES KEMENKES Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jlt.v1i1.2939

Abstract

Fine motor skill is a developmental aspect that focuses on the ability of certain eye and limb coordination. To optimizing improvement children motor skills, stimulation is necessary. The purpose of this study was to determine the effect of the use of kinetic sand as a stimulation media for fine motor development in preschool children. This study uses a pre experimental type one group pretest posttest design. The sampling technique used was purposive sampling with a sample of 21 respondents. The results of the measurement of fine motor skills before getting stimulation most of the children is 65.2 percent included in the category of not yet capable while after getting stimulation most of the respondents is 73.91 percent were in the category of being able. Wilcoxons Signed Rank Test statistic test results show that same with 0.05. The results of the analysis show that value has a value of 0.000 or smaller than 0.05, so that H1 is acceptedd. Therefore, it can be stated that there is an effect of the use of kinetic sand as a stimulation medium for fine motor development in preschool children. It is expected that parents who have preschool children can make kinetic sand as a medium for stimulating fine motor development.
Hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Dengan Kembalinya Kesuburan Pada Wanita Usia Subur Nova Widi Nur Ramanda; Susi Milwati; Reni Wahyu Triningsih
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Oktober - November 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i4.1327

Abstract

Pandangan negatif terhadap alat kontrasepsi masih menjadi hambatan bagi sebagian perempuan untuk berpartisipasi dalam program Keluarga Berencana (KB). Tidak sedikit ibu yang berasumsi bahwa penggunaan kontrasepsi dapat menyebabkan kesulitan dalam memperoleh keturunan. Kekhawatiran tersebut muncul karena adanya perbedaan waktu pemulihan kesuburan setelah penghentian kontrasepsi, sehingga menimbulkan rasa cemas bagi perempuan dan keluarganya ketika merencanakan kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kembalinya kesuburan pada wanita usia subur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu hamil yang memiliki riwayat pemakaian kontrasepsi hormonal, dengan jumlah responden sebanyak 44 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui uji Spearman Rank. Hasil uji menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001 (< 0,05), sehingga hipotesis alternatif (H1) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak. Hal ini membuktikan adanya hubungan signifikan antara lamanya penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kembalinya kesuburan pada wanita usia subur di PMB Sri Wahyuni Kalipare. Dengan temuan ini, perempuan usia subur disarankan untuk mempertimbangkan secara matang jenis kontrasepsi yang akan digunakan serta merencanakan kehamilan dengan cermat. Selain itu, mereka juga perlu memahami faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemulihan kesuburan setelah berhenti menggunakan kontrasepsi tertentu.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI SEIMBANG DENGAN STATUS GIZI BALITA Duhita Dyah Apsari; Reni Wahyu Triningsih
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v5i1.2128

Abstract

Status gizi merupakan indikator keberhasilan pemenuhan nutrisi anak yang diukur melalui berat badan dan tinggi badan. Anak usia di bawah lima tahun rentan terhadap masalah kesehatan dan gizi, di mana tingkat pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang menjadi salah satu faktor penentu utama. Penelitian serupa sudah sering dilakukan namun kebaruan pada penelitian ini adalah menggunakan responden yaitu ibu balita usia 3 tahun, sehingga pencegahan dan penanganan bisa dilakukan lebih dini. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan status gizi balita. Jenis penelitian adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 49 ibu yang memiliki balita di Puskesmas Pandanwangi Kota Malang, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan observasi status gizi dengan indeks BB/TB, kemudian data dianalisis menggunakan uji Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruh ibu memiliki pengetahuan baik (98%) dan sebagian besar status gizi balita baik (69,4%). Hasil analisa Spearmen rho didapatkan nilai p value= 0,005 < 0,05 dan nilai coefficient correlation = 0.282 menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan status gizi balita dan arah hubungannya positif namun korelasi lemah. Pengetahuan ibu yang baik sangat krusial dalam menjaga status gizi anak, terutama dalam peran untuk menyusun menu, mengelola pola makan, dan frekuensi pemberian makan balita. Namun, nilai korelasi lemah memberikan gambaran bahwa pengetahuan ibu bukan satu-satunya faktor penentu dalam status gizi balita. Status gizi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal lain (multifaktorial) seperti status ekonomi, akses terhadap bahan pangan bergizi, serta riwayat penyakit infeksi pada balita.
Determinants of Adolescents Pregnancy and the Incidence of Stunting in Children 24-59 Months of Age Didien Ika Setyarini; Reni Wahyu Triningsih; Hening Ryan Aryani; Dwi Estuning Rahayu
Journal of Ners and Midwifery Vol 13 No 1 (2026)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk..v13i1.ART.p093-105

Abstract

Adolescent pregnancy is a significant public health issue that can lead to various adverse outcomes, including stunting in children. This study aims to investigate the determinants of adolescent pregnancy and their association with the incidence of stunting in children aged 24-59 months at Poncokusumo Health Center, Malang Regency. The research employs a cross-sectional design, collecting primary data through interviews and secondary data from the Puskesmas Poncokusumo. The study includes 93 mothers of stunted toddlers with a history of adolescent pregnancy. The sampling technique used purposive sampling. Data were analyzed by chi-square.The analysis reveals significant relationships between educational level economic status, knowledge, the role of healthcare providers, and family support with the incidence of stunting, while employment status shows no significant correlation. The findings suggest that targeted interventions addressing these determinants could mitigate stunting rates among children born to adolescent mothers. Further research should explore the psychosocial impacts and long-term outcomes for these children, as well as the effectiveness of existing healthcare interventions
Pengaruh Pemberian Edukasi Tentang Pentingnya Asi Menggunakan Media Video Terhadap Motivasi Ibu Hamil Dalam Persiapan Menyusui Di PMB X Wonokoyo Retha Vallent Febryolla; Sugijati Sugijati; Reni Wahyu Triningsih; Sri Rahayu
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.213

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi lengkap serta antibodi yang berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh dan menunjang pertumbuhan optimal. Namun, cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih belum mencapai target nasional. Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan pemberian ASI adalah rendahnya motivasi ibu hamil dalam mempersiapkan proses menyusui sejak masa kehamilan. Edukasi kesehatan menggunakan media video dinilai mampu meningkatkan pemahaman dan motivasi karena memanfaatkan unsur audio dan visual secara bersamaan Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi tentang pentingnya ASI menggunakan media video terhadap motivasi ibu hamil dalam persiapan menyusui di PMB X Wonokoyo. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 44 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner motivasi menyusui yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Intervensi dilakukan melalui pemberian edukasi mengenai pentingnya ASI menggunakan media video. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil: Rata-rata skor motivasi ibu hamil meningkat dari 53,48 sebelum intervensi menjadi 82,86 setelah diberikan edukasi menggunakan media video. Hasil analisis Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,001 (p<0,05), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian edukasi menggunakan media video terhadap motivasi ibu hamil dalam persiapan menyusui. Kesimpulan: Edukasi mengenai pentingnya ASI menggunakan media video terbukti efektif meningkatkan motivasi ibu hamil dalam mempersiapkan proses menyusui. Media video dapat dijadikan salah satu alternatif metode edukasi oleh tenaga kesehatan dalam upaya meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.