Kulit buah kakao mengandung pektin antara 6 - 30%, jumlahnya dipengaruhi oleh tingkat kematangan dan kesegaran buah kakao. Jika buah kakao masih mentah kandungan pektin pada kulitnya berkisar 25 - 30%, sedangkan untuk buah kakao yang sudah matang kandungan pektin pada kulitnya berkisar diantara 6 - 12%. Dalam industri pangan, pektin berperan sebagai bahan pokok pembuatan jeli, selai, dan marmalade. Pektin dalam industri farmasi sebagai agen pembentuk gel, pengental, penstabil dan pengemulsi. Pektin juga dapat digunakan sebagai bahan terapi diare, sembelit, dan obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi HCl pada isolasi pektin dari kulit kakao dengan metode ekstraksi. Variasi konsentrasi pelarut HCl adalah 0.02 N, 0.04 N, 0.06 N, 0.08 N dan 0.10 N dengan suhu 80 0C selama 90 menit. Pektin yang dihasilkan dianalisa karakteristiknya meliputi rendemen, berat ekivalen, kadar metoksil dan kadar galakturonat. Hasil penelitian ini menunjukkan rendemen tertinggi di hasilkan pada konsentrasi pelarut 0,08 N yaitu 10,59%. Kadar air pektin yang di hasilkan berkisar antara 10%- 13,33%, kadar air terendah pada konsentrasi pelarut 0,1N. Kadar air pektin pada konsentrasi 0,1 N sudah memenuhi standar. Berat ekivalen yang di hasilkan berkisar antara 3.012 mg – 10.869 mg, berat ekivalen pektin belum memenuhi standar. Kadar metoksil pektin yang di peroleh berkisar antara 2,51% – 4,34%, kadar metoksil pektin termasuk kadar metoksil rendah. Kadar galakturonat pektin berkisar antara 61,95% - 113,34%. Karakteristik kimia dari pektin hasil ekstraksi dari kulit kakao menunjukkan bahwa kadar metoksil dan kadar galakturonat sudah memenuhi standar.
Copyrights © 2024