Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik pembelajaran inklusif yang mengintegrasikan kearifan lokal dalam konteks pendidikan anak usia dini (PAUD), dengan menggunakan pendekatan studi literatur. Pendidikan inklusif di tingkat PAUD menitikberatkan pada pentingnya menghargai keberagaman anak dan memberikan akses pendidikan yang setara, termasuk bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Sementara itu, kearifan lokal mencerminkan nilai-nilai budaya yang berkembang dalam masyarakat, yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran yang otentik dan relevan. Kajian ini berfokus pada bagaimana kedua pendekatan tersebut dapat diintegrasikan untuk menciptakan proses pembelajaran yang adaptif, kontekstual, dan bermakna bagi anak-anak usia dini. Data dikumpulkan melalui penelaahan berbagai literatur dari jurnal ilmiah, prosiding, dan dokumen akademik yang membahas pendidikan inklusif dan kearifan lokal. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya seperti gotong royong, toleransi, kesopanan, permainan tradisional, serta cerita rakyat, dapat diimplementasikan secara pedagogis untuk mendukung pembelajaran yang responsif terhadap kebutuhan anak. Integrasi antara pendidikan inklusif dan kearifan lokal ini juga berkontribusi dalam membentuk karakter serta memperkuat identitas budaya anak sejak usia dini. Artikel ini menekankan pentingnya sinergi antara pendidik, keluarga, dan masyarakat dalam merancang pembelajaran inklusif berbasis nilai lokal untuk menciptakan lingkungan belajar yang adil, inklusif, dan selaras dengan konteks sosial budaya setempat.
Copyrights © 2025