Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media pembelajaran Smart Doll berbasis budaya dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 3–4 tahun di KB Tapas Sahlaniyah, Kedungrejo, Bojonegoro. Latar belakang penelitian ini adalah minimnya penggunaan media pembelajaran berbasis budaya di lembaga PAUD, padahal media tersebut berpotensi mengenalkan nilai-nilai lokal sekaligus melatih keterampilan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian berjumlah 30 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Smart Doll yang dirancang menyerupai boneka beruang dengan pakaian adat Bojonegoro dan kantong berisi kertas origami mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak, seperti mengancingkan baju, melipat, menempel, dan menggunting. Anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi, kemandirian, dan peningkatan koordinasi tangan-mata. Faktor pendukung keberhasilan meliputi lingkungan belajar yang inklusif, kegiatan yang variatif, dan keterlibatan orang tua. Hambatan yang ditemukan antara lain keterbatasan jumlah media dan kebiasaan anak bermain gawai secara berlebihan. Kesimpulannya, media Smart Doll berbasis budaya efektif dalam menstimulasi motorik halus sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal.
Copyrights © 2025