Penelitian ini mengkaji implementasi metode pembelajaran Pretend play untuk meningkatkan keterampilan komunikasi dan kerja sama anak usia 5–6 tahun di RA Nurul Huda Banyubang. Latar belakang penelitian adalah rendahnya partisipasi beberapa anak dalam berinteraksi dan menyampaikan ide saat kegiatan kelompok. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pretend play yang dilakukan dua kali seminggu mendorong anak untuk aktif berimajinasi, berkomunikasi, dan bekerjasama dalam menyusun skenario permainan. Metode ini membantu anak mengembangkan kemampuan berbicara, bergiliran, dan menghargai pendapat teman, serta meningkatkan kreativitas dan pengendalian emosi. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing anak menyusun cerita dan alat bermain dari bahan sederhana. Penelitian ini menegaskan pentingnya lingkungan belajar yang kontekstual dan partisipatif dalam pendidikan anak usia dini. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa Pretend play dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif untuk mendukung kompetensi sosial dan perkembangan bahasa anak, terutama jika didukung oleh guru yang responsif dan keterlibatan orang tua.
Copyrights © 2025