Pendidikan nasional dapat membangun karakter dan kepribadian bangsa. Model pengajaran konvensional biasanya menimbulkan kebosanan. Oleh karena itu, diperlukan model yang lebih dinamis dan berfokus pada pembelajaran: Problem Based Learning (PBL). Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki efektivitas model PBL dalam mengembangkan pemikiran kritis di kalangan siswa di SMA Negeri 16 Samarinda pada pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas XI-2. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk pengujian, penilaian, dan evaluasi, seta tanya jawab. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL efektif dalam mengembangkan siswa yang berpikir kritis. Ketika siswa mengajukan pertanyaan, biasanya untuk mengetahui apa yang paling jelas dan apa yang paling jelas. Namun di tengah masalah yang mereka hadapi, para siswa diam dan malu untuk berbicara. Secara umum PBL telah banyak membantu, tetapi ada beberapa tantangan. Tetapi terdapat beberapa tantangan yan perlu diselesaikan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Copyrights © 2025