Transformasi digital menghadirkan peluang dan tantangan bagi daya saing destinasi pariwisata Bali, khususnya dalam integrasi prinsip-prinsip keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemampuan pemasaran digital berkelanjutan terhadap daya saing destinasi dengan model tata kelola kolaboratif sebagai variabel moderasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan metode campuran secara penjelasan berurutan. Data kuantitatif dari 245 responden dianalisis dengan SEM-PLS, dan data kualitatif dari 18 informan kunci dianalisis secara tematik. Hasil penelitian membuktikan bahwa kemampuan pemasaran digital berkelanjutan memiliki efek positif dan signifikan terhadap daya saing destinasi (β=0,385, p<0,000). Temuan utama mengungkapkan bahwa tata kelola kolaboratif tidak hanya memiliki efek langsung (β=0,294) tetapi juga memperkuat hubungan antara dua variabel (β=0,156, p<0,000). Studi ini menyimpulkan bahwa membangun ekosistem pemasaran digital yang dikelola dan kolaboratif merupakan prasyarat penting untuk meningkatkan daya saing destinasi secara berkelanjutan. Implikasi dari penelitian ini adalah pengembangan model tata kelola destinasi di era digital yang dapat menjadi acuan bagi pembuat kebijakan dan pelaku industri.
Copyrights © 2025