Tebu merupakan komoditas penting dalam industri gula nasional, namun produksi gula mengalami penurunan pada tahun 2023. Pemupukan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas dan rendemen tebu. Pemilihan metode pemupukan yang tepat antara manual dan mekanis sangat berpengaruh terhadap biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi biaya antara pemupukan manual menggunakan tenaga manusia dibanding dengan metode mekanis menggunakan traktor Ford 6640 dan Fertilizer Applicator pada budidaya tebu di PG. Madukismo Yogyakarta. Metode perhitungan yang digunakan meliputi kapasitas kerja, biaya tetap, biaya tidak tetap, dan biaya pokok. Hasil menunjukkan bahwa biaya pemupukan manual membutuhkan Rp3.000.000/ha dengan kapasitas kerja 0,008 ha/jam, sedangkan mekanis hanya membutuhkan Rp1.408.013/ha dengan kapasitas 0,472 ha/jam. Artinya, pemupukan mekanis mampu menghemat biaya sebesar 53% dan waktu hingga 87% dibanding metode manual. Pemupukan mekanis lebih murah jika diaplikasikan pada lahan minimal 31 hektar, untuk lahan yang lebih kecil, metode manual lebih murah.
Copyrights © 2025