Penelitian ini mengkaji konsep iman dan kufur dalam berbagai aliran kalam Islam, seperti Khawarij, Murji’ah, Mu’tazilah, dan Asy’ariyah, serta relevansinya terhadap pendidikan Islam pada era kontemporer. Permasalahan utama penelitian ini adalah adanya perbedaan definisi iman dan kufur yang berpengaruh pada penilaian terhadap status keagamaan individu, terutama terkait pelaku dosa besar. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan variasi pemahaman teologis tersebut dan menghubungkannya dengan pengembangan kurikulum serta pembentukan karakter dalam pendidikan Islam modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan, memanfaatkan sumber primer seperti karya Al-Syahrastani, Abu Hasan al-Asy’ari, dan Al-Qadhi ‘Abd al-Jabbar, serta sumber sekunder berupa buku dan artikel pemikir kontemporer. Data dianalisis melalui metode analisis isi yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta dipadukan dengan pendekatan teologis-filosofis dan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi keyakinan hati, pengakuan lisan, dan amal memiliki implikasi penting bagi pembentukan karakter peserta didik. Pemahaman komparatif tentang iman dan kufur juga berperan dalam menumbuhkan toleransi, moderasi, dan etika sosial, sehingga mendukung pengembangan pendidikan Islam yang adaptif terhadap pluralitas, globalisasi, dan dinamika modern.
Copyrights © 2025