Penggunaan media sosial yang semakin masif di kalangan remaja menimbulkan perhatian serius terkait dampaknya terhadap kesehatan mental, khususnya tingkat kecemasan. Urgensi penelitian ini terletak pada meningkatnya prevalensi kecemasan di usia remaja yang berpotensi mengganggu perkembangan psikologis, sosial, dan akademik mereka. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh intensitas penggunaan media sosial terhadap tingkat kecemasan remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang dibagikan kepada 150 responden remaja berusia 13–18 tahun, kemudian dianalisis menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dan tingkat kecemasan, di mana semakin tinggi frekuensi penggunaan media sosial, semakin meningkat pula tingkat kecemasan remaja. Temuan ini memberikan kontribusi pada literatur mengenai kesehatan mental remaja serta menekankan perlunya edukasi literasi digital dan pengelolaan waktu penggunaan media sosial. Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnya keterlibatan keluarga, sekolah, dan pembuat kebijakan dalam meminimalkan dampak negatif media sosial terhadap remaja. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi faktor mediasi lain, seperti dukungan sosial dan kualitas interaksi daring.
Copyrights © 2025