Identitas gender merupakan aspek penting dalam perkembangan psikososial individu yang mulai terbentuk sejak masa kanak-kanak. Keluarga, sebagai lingkungan sosial terdekat, memiliki peran yang sangat dominan dalam membentuk identitas gender anak melalui pola asuh, komunikasi, serta pemberian teladan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peran keluarga memengaruhi pembentukan identitas gender pada anak dan remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap beberapa keluarga dengan latar belakang sosial dan budaya yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua, nilai-nilai budaya keluarga, serta interaksi antara anggota keluarga berkontribusi signifikan dalam proses internalisasi identitas gender anak. Selain itu, ditemukan bahwa keluarga yang menerapkan pola asuh demokratis dan terbuka cenderung membantu anak mengembangkan pemahaman identitas gender yang lebih sehat dan fleksibel. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur tentang perkembangan identitas gender dengan menekankan pentingnya peran keluarga sebagai agen sosialisasi utama
Copyrights © 2025