Penggunaan rokok elektronik (vape) di kalangan mahasiswa Universitas Negeri Medan (UNIMED) terus meningkat, didorong oleh persepsi keliru bahwa vape lebih aman daripada rokok konvensional serta pengaruh media sosial dan pemasaran digital. Padahal, vape mengandung zat berbahaya seperti nikotin, formaldehida, dan logam berat yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan, ketergantungan, cedera paru-paru akut (EVALI), hingga kerusakan kardiovaskular jangka panjang.Untuk mengatasi hal ini, dilakukan edukasi melalui media visual—berupa poster di area strategis kampus dan video edukatif yang disebar via Google Drive dan WhatsApp. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif menggunakan kuesioner Google Form sebelum dan sesudah intervensi menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan mahasiswa: skor rata-rata naik 32% (menjadi 91,25 dari 100), 85% responden merasa terbantu memahami risiko vape, dan 93,8% mampu menjawab benar pertanyaan kritis tentang bahayanya. Pendekatan ini terbukti efektif bagi Generasi Z, meski perlu diperluas cakupan dan durasinya untuk mendorong perubahan perilaku jangka panjang.
Copyrights © 2025