cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 30907594     EISSN : 30907608     DOI : https://doi.org/10.57235
JPKP : Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran dengan nomor ISSN terdaftar 3090-7594 (Cetak - Print) dan 3090-7608 (Online - Elektronik) adalah jurnal akses terbuka ilmiah yang diterbitkan oleh CV Rayyan Dwi Bharata. JPKP : Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian asli dan review hasil penelitian pada lingkup Pendidikan. JPKP : Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran diterbitkan 1 tahun 2 kali terbit pada bulan April dan Oktober.
Articles 35 Documents
Tujuan Pendidikan Dalam Kehidupan Sehari-hari: Perspektif Guru dan Siswa SMA PAB 8 Saentis Percut Sei Tuan Muhammad Nur Hidayat; Zuhro Tamanna Daulay; Levirisky Siagian; Rizka Afani
Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpkp.v1i2.7270

Abstract

Pendidikan merupakan usaha yang bertujuan untuk memberikan rasa sadar dan suasana yang mengembangkan potensi diri agar memiliki kemampuan dan wawasan dalam kepribadian, kecerdesan, akhlak mulia, dan segala keterampilan yang diperlukan untuk diri,masyarakat,bangsa dan negara (UU No. 20 Tahun 2003). Pendidikan pada dasarnya sangat berpengaruh dalam pertumbuhan, perubahan serta kondisi manusia dalam kehidupan. Artikel ini bertujuan membahas dan mengulas bagaimana tujuan pendidikan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Dengan demikian, manfaat dan arah yang diberikan pendidikan dapat disajikan secara sederhana sebagai sebuah pemahaman yang membimbing masyarakat menuju kondisi dan situasi yang lebih baik. Metode yang digunakan dalam penelitian yang tertuang dalam artikel ini adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif yang dapat memberikan informasi dengan hasil wawancara dan studi literatur yang berkaitan agar dapat disajikan bagaiman tujuan pendidikan memberikan pengaruh dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan perspektif guru serta siswa yang berada di sekolah.
Suara Generasi Muda Sebagai Penentu Arah Demokrasi Sarah Clarissa Hutagalung; Ade Aulia Rahman; Elia Ginting; Jepri Saragih; Julia Ivanna
Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpkp.v1i2.7254

Abstract

Generasi muda memiliki peran strategis dalam membentuk arah perkembangan demokrasi di sebuah negara. Artikel ini mengkaji kontribusi dan pengaruh suara generasi muda dalam proses demokrasi, serta mengidentifikasi berbagai tantangan yang menghambat partisipasi aktif mereka. Dengan menggunakan metode penelitian studi pustaka, penulis menganalisis literatur terkait peran politik, sosial, dan budaya generasi muda dalam konteks demokrasi kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya sebagai penerus bangsa, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu mendorong dinamika demokrasi melalui partisipasi politik, inovasi sosial, dan pemanfaatan teknologi digital. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi kurangnya akses informasi yang tepat, keterbatasan pendidikan politik, pengaruh negatif media sosial, serta hambatan struktural seperti marginalisasi dan kurangnya ruang partisipasi.
Langkah Strategis Implementasi Hak Asasi Manusia di Indonesia Fikri Dzaki Firdaus; T Heru Nurgiansah
Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpkp.v1i2.7040

Abstract

Hak Asasi Manusia atau HAM adalah salah satu topik yang menarik untuk dibahas karena HAM memiliki konsep yang unik dan prinsip fundamentalnya mengakui bahwa setiap individu memiliki hak yang tidak terpisahkan, inheren, dan tidak dapat dicabut oleh pihak lain maupun oleh negara. Tujuan dari dibuatnya jurnal ini untuk mengetahui Implementasi Hak Asasi Manusia di Indonesia. Hak Asasi Manusia merupakan hak dasar yang sudah melekat pada manusia, bersifat universal yang perlu dilindungi, dihormati, dilakukan, dipertahankan, dan tidak boleh diabaikan, dikurangi, atau dirampas oleh siapapun, termasuk oleh pemerintah dan aparatur negara. Indonesia sebagai negara hukum perlu memiliki Implementasi Hak Asasi Manusia yang berdasarkan pada Undang-Undang Dasar 1945 yang mencerminkan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia. Hak Asasi Manusia ini meliputi hak-hak dasar seperti hak hidup, kebebasan berpendapat, kebebasan beragama, kebebasan bergerak, dan perlindungan dari penyiksaan. Penerapan hukum terhadap pelanggaran Hak Asasi Manusia masih perlu perbaikan dari setiap aspek penegakan HAM, karena masih banyak kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia berat yang masih belum diselesaikan.
Pemanfaatan Daun Bangun-Bangun sebagai Galaktagog Tradisional Masyarakat Batak Toba Celine Agustina Simorangkir; Gresia Sinaga; Maria Shintauli Panggabean; Regina Anastasia Br Gultom; Yolanda Silvana Marbun; Findi Septiani; Cicik Suryani
Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpkp.v1i2.7314

Abstract

Daun bangun-bangun (Coleus amboinicus) adalah tanaman herbal yang digunakan oleh masyarakat Batak Toba sebagai bahan pendukung kesehatan setelah melahirkan, terutama untuk meningkatkan produksi air susu ibu (ASI) secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tujuan penggunaan, cara pengolahan, keunggulan, manfaat sehari-hari, serta cara pengenalan daun bangun-bangun dalam tradisi Batak Toba. Penelitian dilakukan di Medan, Sumatera Utara, pada bulan September 2025, dengan metode kualitatif deskriptif-etnografis melalui wawancara semi-struktural dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan tujuan utama adalah meningkatkan produksi ASI hingga 47,4% dalam waktu 4 jam, pengolahan berupa sup tradisional, keunggulan terdapat pada kandungan fenolik dan flavonoid yang lebih tinggi dibandingkan dengan daun kemangi, manfaat rutin mencakup peningkatan kandungan mineral pada ASI dan pertumbuhan berat badan bayi, serta pengenalan secara turun-temurun sejak masa leluhur. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa daun bangun-bangun memiliki peran ganda sebagai bahan pangan fungsional dan warisan budaya yang mendukung pemberian ASI eksklusif.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa dengan Pendekatan RME Diki Nandika
Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran Vol 1, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpkp.v1i1.6082

Abstract

Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah siswa mudah lupa dengan materi yang diajarkan dan kurang memahami konsep dengan baik karena kebermaknaan materi bagi anak kurang diperhatikan. Dalam pendekatan RME ini menekankan akan pentingnya konteks nyata yang dikenal siswa dan proses konstruksi pengetahuan matematika oleh siswa sendiri sehingga konsep yang diterima siswa lebih bermakna. Penelitian ini dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian siswa kelas VI SDIT Raudhaturrahmah Pekanbaru tahun ajaran 2013/2014. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VI SDIT Raudhaturrahmah Pekanbaru pada materi Operasi Hitung Pecahan. Data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang diperoleh dari tes pengetahuan dan pemahaman siswa melalui ulangan harian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata persentase aktivitas guru pada siklus I adalah 85,22% (Kategori: Amat Baik) dan pada siklus II adalah 93,18% (Kategori: Amat Baik). Sedangkan persentase aktivitas belajar siswa pada siklus I adalah 70,5% (Kategori: Cukup) dan meningkat menjadi 86,3% (Kategori: Baik) pada siklus II. Rata-rata hasil belajar siswa pada skor dasar adalah 69,2 meningkat menjadi 92,1 pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 95,9 pada siklus II. Sedangkan ketuntasan klasikal pada siklus I dan siklus II tercapai. Ini artinya bahwa penerapan pendekatan pendidikan matematika realistik dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VI SDIT Raudhaturrahmah Pekanbaru.
Languange Variation in the Digital Era: The Influence of Tiktok Content and Interaction on The Formation of Social Dialects Among Indonesian Atika Anjani; Khairunnisa Azzahra; Novani Elisabeth Lingga; Nurhikmah Siagian; Resa Aquilera Ramadhani; Meisuri Meisuri
Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpkp.v1i2.7259

Abstract

This study explores how TikTok functions as a digital linguistic arena that shapes the emergence of social dialects among Indonesian youth. Far beyond a platform for entertainment, TikTok facilitates the creation, dissemination, and reinforcement of new linguistic patterns through video content, captions, and interactive comments. Guided by Labov’s Variationist Sociolinguistics (1972), this research employs a qualitative descriptive approach by analyzing 15 TikTok videos and 100–150 user comments. The analysis focuses on linguistic features such as slang, code-switching, and identity markers that reflect youth identity and social belonging. The findings reveal that TikTok fosters rapid linguistic innovation such as slang expressions like receh banget and ngakak brutal, English borrowings such as slay and literally, and fandom or regional identity markers that demonstrate how users blend local and global influences. These linguistic practices not only strengthen community solidarity but also signify how digital spaces accelerate the evolution of language variation. Overall, the study concludes that TikTok represents a dynamic sociolinguistic ecosystem where technology, culture, and identity intersect, highlighting the platform’s crucial role in redefining Indonesian youth’s linguistic expression in the digital age
Literasi Digital dan Kesadaran Konsumen Generasi Gen Z: Perspektif Kewarganegaraan Dalam Penggunaan Skincare Tidak BPOM Anisa Silvia Sinaga; Desliana Lubis; Gustini Renti Lidia Siburian; Putri Ayu Pratiwi; Sri Wulan Dari
Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpkp.v1i2.7230

Abstract

: Industri kecantikan di Indonesia tumbuh dengan cepat, terutama segmen perawatan kulit yang populer di kalangan Generasi Z. Sebagai kelompok yang terbiasa hidup di lingkungan digital, mereka sering aktif di media sosial dan platform e-commerce sehingga mudah terpapar promosi termasuk produk skincare ilegal yang belum memiliki izin edar dari BPOM. Kondisi ini menghadirkan masalah kompleks: ancaman kesehatan akibat bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon, dan steroid; kelemahan dalam perlindungan hukum bagi konsumen; serta isu kewarganegaraan yang berkaitan dengan rendahnya pemahaman hukum dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara literasi digital dan kesadaran konsumen Generasi Z terhadap penggunaan skincare ilegal dari perspektif kewarganegaraan. Dengan pendekatan studi literatur kualitatif deskriptif pada empat artikel ilmiah relevan, temuan menunjukkan bahwa rendahnya literasi digital mendorong perilaku belanja impulsif, pengaruh tren sosial lebih dominan dibanding pemahaman hukum, dan lemahnya pengawasan pemerintah memperparah peredaran produk ilegal. Dari sudut kewarganegaraan, literasi digital perlu dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila seperti tanggung jawab dan keadilan sosial agar menghasilkan konsumen Gen Z yang lebih kritis, etis, dan bertanggung jawab. Hasil ini menegaskan pentingnya pendidikan literasi digital berbasis kewarganegaraan sebagai upaya membentuk konsumen yang sehat, sadar hukum, dan mendukung penegakan regulasi.
Analisis Model Pembelajaran Pancasila: Internalisasi Nilai Pancasila Melalui Media Audiovisual Annissa Juniarti; T Heru Nurgiansah; Depi Saptika Julianti
Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpkp.v1i2.7036

Abstract

Di tengah derasnya arus globalisasi, pendidikan Pancasila memiliki peran krusial sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter bangsa. Namun, pola pembelajaran yang monoton dan dominan menggunakan metode ceramah serta hafalan seringkali menimbulkan kebosanan dan menurunkan efektivitas internalisasi nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, diperlukan inovasi model pembelajaran yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman, salah satunya melalui pendekatan audiovisual, khususnya media film. Audiovisual dipandang mampu menghadirkan kombinasi suara dan gambar yang memperkaya pengalaman belajar, memudahkan pemahaman materi yang kompleks, serta menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, dilaksanakan di SD Negeri 1 Cisitu Kota Bandung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dengan kuesioner, serta dokumentasi berupa catatan, foto, dan arsip pendukung. Partisipan utama dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Pancasila dan siswa kelas 5A sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki antusiasme dan minat yang sangat tinggi terhadap pembelajaran menggunakan media audiovisual. Sebanyak 85,7% responden menyatakan “minat sekali”, sementara 90,5% siswa menilai materi lebih mudah dipahami ketika disampaikan melalui media audiovisual. Lebih lanjut, 90,5% siswa merasa sangat terbantu dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran dengan metode ini. Dari sisi preferensi, mayoritas siswa (76,2%) lebih memilih audiovisual dibandingkan praktik lapangan (19%) maupun metode teoretis konvensional (4,8%).
Perbandingan Kualitas Pelayanan M-Health Halodoc dan Alodokter pada Mahasiswa Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang Rizal Fatli Maulana
Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpkp.v1i2.7290

Abstract

Perkembangan mobile health membuat semakin terbukanya akses mahasiswa maupun pengguna dalam mencari informasi kesehatan. Mobile Health adalah sebuah terobosan dan inovasi teknologi dibidang kesehatan secara online. Mahasiswa ikut serta berperan memanfaatkan dengan kehadiran m-health tersebut dikarenakan kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan tersebut. Dalam menjalankan m-health tersebut dibutuhkan perlengkapan eletronik berupa handphone maupun laptop dan koneksi internet sebagai proses akses layanan kesehatan tersebut. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk membandingkan pelayanan m-health pada mahasiswa UNIS antara Halodoc dan Alodokter, (2) Untuk mengetahui seberapa baik pelayanan m-health di Indonesia, (3) Sebagai sarana belajar dan menambah wawasan terkait m-health pada mahasiswa UNIS antara Halodoc dan Alodokter pada mahasiswa UNIS. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara,observasi dan dokumentasi. Lokasi penelitian berada di lingkungan kampus UNIS Tangerang. Teori yang digunakan adalah Teori Kualitas Pelayanan (Parasuraman Zethaml 2004). Hasil Penelitian (1) Mahasiswa UNIS mengetahui persoalan mobile health yaitu Halodoc dan Alodokter. Namun diantara mereka dominan mengatakan dari segi akses halodoc lebih mudah diakses dibanding Alodokter yang cenderung registrasinya lebih rumit (Tangible) (2) Mahasiswa UNIS sangat merasakan kemanfaatan dikeduanya dari aspek reliability. (Reliability) (3) Mahasiswa UNIS menunjukkan bahawsanya Alodokter dan Halodoc memberikan respon yang cukup baik soal pelayanan kesehatan (Responsiveness) (4) UNIS Tangerang melahirkan mahasiswa yang kritis dibidangnya. Para mahasiswa memberika respon baik di halodoc soal jaminan data dan biaya walaupun halodoc sempat isu obat yang mahal itu tidak menjadikan mereka untuk berhenti konsultasi di layanan halodoc. Berbeda dengan Alodokter yang ternyata pengguna maupun mahasiswa sempat di isukan adanyan penipuan dan kebocoran data pribadi. (Assurance) (5) Halodoc dan Alodokter memberi wujud kepedulian pengguna dengan banyak nya fitur kesehatan yang telah mereka cetuskan. Mereka punya terobosan dalam memberikan empati bagi penggunanya secara efektif (Empathy).
Edukasi Bahaya Penggunaan Vape Melalui Media Poster dan Vidio Edukatif di Sosial Media pada Kalangan Mahasiswa Universitas Negeri Medan Angela Inma Sipayung; Basaria Revalina Br Silalahi; Murni Miftahul Jannah; Nazwa Atila Sinaga; Siti Azizah Handayani Nainggolan
Jurnal Pendidikan Kurikulum dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpkp.v1i2.7255

Abstract

Penggunaan rokok elektronik (vape) di kalangan mahasiswa Universitas Negeri Medan (UNIMED) terus meningkat, didorong oleh persepsi keliru bahwa vape lebih aman daripada rokok konvensional serta pengaruh media sosial dan pemasaran digital. Padahal, vape mengandung zat berbahaya seperti nikotin, formaldehida, dan logam berat yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan, ketergantungan, cedera paru-paru akut (EVALI), hingga kerusakan kardiovaskular jangka panjang.Untuk mengatasi hal ini, dilakukan edukasi melalui media visual—berupa poster di area strategis kampus dan video edukatif yang disebar via Google Drive dan WhatsApp. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif menggunakan kuesioner Google Form sebelum dan sesudah intervensi menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan mahasiswa: skor rata-rata naik 32% (menjadi 91,25 dari 100), 85% responden merasa terbantu memahami risiko vape, dan 93,8% mampu menjawab benar pertanyaan kritis tentang bahayanya. Pendekatan ini terbukti efektif bagi Generasi Z, meski perlu diperluas cakupan dan durasinya untuk mendorong perubahan perilaku jangka panjang.

Page 1 of 4 | Total Record : 35