Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak penggunaan ChatGPT terhadap kemandirian belajar mahasiswa di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan dalam pendidikan, yang dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran, tetapi juga berisiko mengurangi keterampilan berpikir kritis dan kemandirian belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan survei terhadap 30 mahasiswa pengguna ChatGPT. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa menggunakan ChatGPT setiap hari untuk memahami materi dan menyelesaikan tugas. Namun, responden masih memiliki motivasi, inisiatif, dan perencanaan pembelajaran yang tinggi, sehingga penggunaan ChatGPT tidak secara signifikan mengurangi kemandirian belajar. ChatGPT berperan positif sebagai alat bantu belajar yang efektif jika digunakan secara bijaksana dan dengan kesadaran reflektif.
Copyrights © 2025