Proyek konstruksi merupakan suatu kegiatan yang mempunyai jangka waktu tertentu, dengan sumber daya terbatas untuk melaksanakan tugas yang telah ditentukan berupa pembangunan / perbaikan sarana fasilitas baik gedung, jalan, jembatan, bendungan, atau berupa kegiatan penelitian / pengembangan lainnya. Didalam proyek konstruksi terdapat masalah-masalah yang cukup kompleks sehingga memerlukan keahliahan manajemen konstruksi untuk menghasilkan produk konstruksi yang optimal. Sebagai salah satu sumber daya proyek, finansial memegang peranan yang sangat penting. Keterlambatan turunnya dana akan mempengaruhi pekerjaan proyek, misalnya pembelian material terlambat sehingga pekerjaan tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal semula. Dengan demikian perlu diadakan studi untuk mengkaji lebih lanjut tentang perencanaan cash flow yang optimal, yang pada akirnya dapat diperoleh keuntungan yang maksimal. Penelitian yang dilakukan dengan menghitung Cash Flow dari masing – masing tipe pembayaran. Dengan sistem pembayaran tanpa uang muka, profit proyek maksimal diberikan oleh sistem pembayaran progress bulanan pada penjadwalan kondisi GESER dengan profit 9,17%. Dengan sistem pembayaran Dengan Uang Muka 30%, profit proyek maksimal diberikan oleh sistem pembayaran bulanan dan progress 30% pada penjadwalan kondisi EST dengan Profit 9,85%. Dengan sistem pembayaran Dengan Uang Muka 15%, profit proyek maksimal diberikan oleh sistem pembayaran bulanan pada penjadwalan kondisi EST dengan Profit 9,66%. Dengan sistem pembayaran Dengan Uang Muka 50%, Profit proyek maksimal diberikan oleh sistem pembayaran progress 30% pada penjadwalan kondisi EST dengan Profit 9,98%. Pembayaran pada kondisi penjadwalan est memiliki profit dan penutupan akhir lebih besar di banding penjadwalan lst, dan pergeserean est walaupun secara presentase perkembangan pekerjaan lebih besar pada bulanbulan awal lebih besar di karenakan; sistem pembayaran yang memberikan profit maksimum adalah sistem pembayaran bulanan pada penjadwalan kondisi EST dengan profit 9.25%, untuk pembayaran uang muka 0%, pembayaran progress 15% pada penjadwalan kondisi EST dengan profit 9,86%. dan uang muka 30%, progress 50% serta bulanan pada penjadwalan kondisi EST dengan profit 9,72%. Sedangkan untuk sistem pembayaran dengan uang muka 30%, baik bulanan maupun progress 15% memperoleh profit 10,00% pada penjadwalan EST dan pergerseran EST. Penjadwalan yang menghasilkan profit paling besar bagi kontraktor yaitu penjadwalan pada kondisi EST (Earliest Start Time) dan pergeseran EST
Copyrights © 2019