Kematian mendadak, yang paling umum terjadi pada kasus Covid-19 yang berkembang pesat dan parah, merupakan pengalaman yang mengejutkan bagi keluarga. Ketangguhan bukanlah sifat yang dimiliki atau tidak dimiliki orang. Resiliensi adalah kemampuan seseorang untuk menghadapi, mengatasi, belajar dan bertahan dari masalah hidup dan kesulitan atau kegagalan yang membuat mereka tidak berdaya dan mampu keluar dari kesulitan tersebut dan menjadi orang yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor resiliensi keluarga yang meninggal saat bencana pandemi Covid-19. Jenis penelitian kualitatif yang menggunakan penelitian deskriptif. Subyek adalah empat orang yang kriterianya adalah ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan tetap dan ditelantarkan oleh suaminya ketika meninggal karena Covid-19. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur. Teknik analisis data yang digunakan adalah data tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi masyarakat yang kehilangan anggota keluarga selama pandemi Covid-19 ada lima aspek positif (regulasi emosi, optimisme, analisis akar penyebab masalah, self-efficacy) dari tujuh aspek yang diteliti. dan kinerja) dan dua aspek negatif lainnya (kontrol impuls dan empati). Ketiga informan utama memiliki tingkat resiliensi yang cukup baik.
Copyrights © 2023