Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Efektifitas Pemberian Health Education Tentang Pencegahan Covid 19 Dan 5M Dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan Yeni Nur Rahmayanti; Christiana Arin Prorini; Pipi Anonyma; Ima Arifa
Jurnal Infokes Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v12i1.1543

Abstract

Abstract The spread of Covid-19 through small droplets of saliva that come out of the nose or mouth when a person infected with Covid-19 sneezes or coughs. Masks when traveling, maintaining distance and implementing health protocols. The purpose of this study was to determine whether there was an effect of the coronavirus disease 2019 (covid-19) pandemic on the level of public anxiety in the Mojorejo village. This study uses a quantitative descriptive method. The purpose of the study was a significant difference in the effectiveness of providing health education regarding the prevention of Covid 19 and 5M in reducing the level of anxiety in the residents of Dukuh Mojorejo in Sukoharjo Regency. This study uses a quasi-experimental approach, namely one group pre-test and post-test approaches. The sampling technique used is Simple Random Sampling, as many as 60 respondents. The results before giving Health Education about Prevention of Covid 19 and 5m were the most with moderate anxiety of 39 people (65%) and after the Provision of Health Education about Prevention of Covid 19 the most low anxiety was 41 people (68.3) with a t count of 10, 40 and the -value is 0.001 because (p <0.05) it is concluded that there is an Effectiveness of Providing Health Education About Covid 19 Prevention in Reducing Anxiety Levels
PENGARUH PELATIHAN KADER TENTANG 5M DAN PENGUKURAN SATURASI OKSIGEN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN COVID-19 Pipi Anonyma; Yeni Nur Rahmayanti
Jurnal Infokes Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v13i1.2460

Abstract

Coronavirus disease 2019 (Covid-19) has symptoms of acute respiratory problems such as fever, cough and shortness of breath. The average incubation period is 5-6 days with the longest incubation period being 14 days. The purpose of this study was to find out whether there is an effect of cadre training on 5M and measuring oxygen saturation on the level of knowledge of Covid-19. There were 15 people who said they did not know how to use Oximertry and the normal limits for measuring oxygen saturation. This study used a quantitative descriptive method. This study used a quasi-experimental approach, namely the one group pre-test and post-test approach. The sampling technique used is Simple Random Sampling, namely as many as 40 respondents. Results before Training About 5M and Measuring oxygen saturation mostly with good knowledge of 19 people (47.5%) and after Training About 5M and Measurement of Oxygen Saturation lots of very good knowledge of 21 people (52.5%) with t count is 10.20 and a ρ-value of 0.001 because (p <0.05) it is concluded that there is an effect of Cadre Training on 5M and Oxygen Saturation Measurement on the Knowledge Level of Covid-19.
ANALISIS FAKTOR RESILIENSI KELUARGA TERKENA DAMPAK KEMATIAN DI MASA BENCANA PANDEMI COVID-19 Yeni Nur Rahmayanti; Dewi W; Eka N; Betty K; Tri W; Nurul G A
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i2.1968

Abstract

Kematian mendadak, yang paling umum terjadi pada kasus Covid-19 yang berkembang pesat dan parah, merupakan pengalaman yang mengejutkan bagi keluarga. Ketangguhan bukanlah sifat yang dimiliki atau tidak dimiliki orang. Resiliensi adalah kemampuan seseorang untuk menghadapi, mengatasi, belajar dan bertahan dari masalah hidup dan kesulitan  atau kegagalan yang membuat mereka tidak berdaya dan mampu keluar dari kesulitan tersebut dan menjadi orang yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor resiliensi keluarga yang meninggal saat bencana pandemi Covid-19. Jenis penelitian kualitatif yang menggunakan penelitian deskriptif. Subyek adalah empat orang yang kriterianya adalah ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan tetap dan ditelantarkan oleh suaminya ketika meninggal karena Covid-19. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur. Teknik analisis data yang digunakan adalah data tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi masyarakat yang kehilangan anggota keluarga selama pandemi Covid-19 ada lima aspek positif (regulasi emosi, optimisme, analisis akar penyebab masalah, self-efficacy) dari tujuh aspek yang diteliti. dan kinerja) dan dua aspek negatif lainnya (kontrol impuls dan empati). Ketiga informan utama memiliki tingkat resiliensi yang cukup baik.
PENGARUH GUIDED IMAGERY TERHADAP TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA KEPERAWATAN SEMESTER 1 DALAM MENGHADAPI OCSE Yeni Nur Rahmayanti; Yeni Ambarsari; Pipi Anonyma
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 1 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v15i1.2199

Abstract

Ujian OSCE menimbulkan ketakutan seperti kecemasan, ketegangan, gelisah, sulit berkonsentrasi dan gangguan pencernaan. Sebuah studi pendahuluan melibatkan 20 mahasiswa keperawatan semester 1 yang menunjukkan bahwa mereka tidak mengetahui ujian OSCE yang digunakan untuk menggambarkan tingkat kecemasan mereka. Upaya untuk mengurangi rasa cemas tersebut adalah dengan melakukan Guided Imagery yang dipadukan dengan alat musik klasik. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh guided imagery terhadap tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan semester 1 yang menghadapi OSCE. Dalam penelitian ini, metode Quasy Eksperiment dengan rancangan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian adalah 32 mahasiswa dan meggunakan teknik Sampel Random Sampling . Hasilnya terdapat perbedaan rata-rata tingkat kecemasan pada kelompok eksperimen pretest sebesar 62,19 dan postest sebesar 54,88. Rerata kelompok kontrol adalah pretest 62,50 dan postest 63,00. Signifikansi Guided Imagery dalam menurunkan tingkat kecemasan adalah 0,00 atau ρ0,05. Oleh karena itu, disimpulkan terdapat Pengaruh Guided Imagery terhadap tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan semester 1 dalam menghadapi OSCE.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat Untuk Mengelola Sampah Melalui Edukasi Pencegahan Bencana Banjir Yeni Nur Rahmayanti; Dewi Wulandari; Eka Novitayanti; Betty Kusdhiarningsih; Tri Wulandari; Nurul Gilang Abriani
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.506

Abstract

Sampah merupakan sarana penyakit, sampah yang dibuang ke sungai dapat menyebabkan banjir. Desa Mojorejo merupakan tempat pembuangan sampah terbesar di Sukoharjo. Bencana banjir merupakan limpahan air yang melebihi tinggi muka air normal, sehingga melimpah dari palung sungai menyebabkan adanya genangan pada lahan rendah di sisi sungai. Pada umumnya banjir di sebabkan oleh curah hujan yang tinggi diatas normal sehingga sistem pengaliran air yang yang terdiri sungai dan anak sungai alamiah serta sistem drainase dangkal penampung banjir buatan yang ada tidak mampu menampung akumulasi air hujan tersebut, sehingga meluap. Bencana banjir Bandang adalah bencana banjir yang biasanya terjadi pada aliran sungai yang kemiringan dasar sungai curam. Aliran banjir yang tinggi dan sangat cepat dan limpahan dapat membawa batu besar atau bongkahan dan pepohonan serta merusak atau menghanyutkan apa saja yang di lewati namun cepat surut kembali. Dengan adanya kejadian bencana banjir tersebut maka kedepannya perlu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah untuk pencegahan terjadinya bencana banjir. Masyarakat menjadi sasaran terhadap peningkatan kapasitas dikarenakan masyarakat yang terkena bencana alam banjir. Desa Mojorejo terdapat 6 dukuh, dukuh tersebut antara lain Mojorejo, Masan, Losari, Sambilutung, Tangkil, dan Tempukrejo. Dukuh Mojorejo terdapat RT 1, 2 dan RW 1 dengan Jumlah warga desa Mojorejo 300 orang dan jumlah ibu-ibu di dukuh Mojorejo RW 01 sebanyak 43 orang dengan berbagai permasalahan yang kompleks, dan dari hasil survei dan wawancara. Para warga masih banyak kurang pengetahuan dan pemahaman warga terkait mitigasi bencana banjir.
Sosialisasi Peningkatan Pengetahuan Tentang Tahap Perkembangan Psikososial Usia Bayi Prasekolah Pada Kader Posyandu Fadma Aji Pramudita; Yeni Nur Rahmayanti
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i2.615

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia bayi hingga prasekolah adalah fase kritis dalam membentuk pondasi yang kuat bagi kesejahteraan dan kesuksesan anak di masa depan. Tahap ini memengaruhi perkembangan fisik, kognitif, emosional, dan sosial anak secara signifikan. Kurangnya pemahaman akan tahap perkembangan ini dapat berdampak pada kualitas interaksi dan pemeliharaan anak. Posyandu merupakan pusat kegiatan kesehatan masyarakat yang dapat memberikan informasi serta pemahaman kepada orang tua tentang tahap perkembangan anak. Melalui peningkatan pengetahuan kader Posyandu, informasi ini dapat lebih merata dan tersampaikan dengan tepat kepada orang tua di masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian sosialisasi dalam peningkatan pengetahuan tentang tahap perkembangan psikososial usia bayi prasekolah pada kader posyandu. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi kesehatan ini efektif untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu. Dengan pemahaman kader yang lebih baik, diharapkan dapat membantu dalam mendukung perkembangan optimal anak-anak, mempromosikan kesehatan mental dan emosional mereka, serta mencegah atau mengatasi masalah perkembangan yang mungkin terjadi.
Peningkatan Pemahaman Remaja Tentang Nursepreneur di SMK Triana Mirasari; Adriana Mardiah; Yeni Nur Rahmayanti
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v5i2.1144

Abstract

Nursepreneur merupakan konsep kewirausahaan yang mengintegrasikan nilai-nilai keperawatan dalam praktik usaha. Fenomena meningkatnya jumlah lulusan perawat yang tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan kerja menjadi tantangan tersendiri. Edukasi nursepreneur di tingkat remaja, khususnya siswa keperawatan, menjadi salah satu upaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa SMK Tunas Harapan, Plupuh – Sragen tentang konsep nursepreneur, peluang usaha, dan karakteristik yang harus dimiliki seorang nursepreneur. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Januari 2025 dengan metode penyuluhan, diskusi, dan pembagian leaflet. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terkait konsep dan peluang usaha nursepreneur serta antusiasme yang tinggi dalam diskusi. Edukasi nursepreneur pada remaja diharapkan menjadi langkah awal mencetak perawat wirausaha yang mampu bersaing di dunia bisnis.
EFFECT OF SIMULATION-BASED SPLINTING TRAINING ONKNOWLEDGE AND SKILLS OF DESTANA VOLUNTEERS: A PRE–POSTEXPERIMENTAL STUDY Yeni Nur Rahmayanti; Fadma Aji Pramudita; Christiana Arin Proborini; Pipi Anonyma
International Journal of Nursing and Midwifery Science (IJNMS) Vol. 9 No. 3 (2025): VOLUME 9 ISSUE 3 DECEMBER 2025
Publisher : Departement Research and Community Engagement Bina Sehat PPNI Institute of Health Science, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29082/IJNMS/2025/Vol9/Iss3/765

Abstract

A disaster is an event or series of events that threaten and harm people's lives,caused by natural factors, non-natural factors, or human activity, resulting inmaterial losses, loss of life, environmental damage, and psychologicalimpacts. Matesih District has many steep slopes and experiences heavyrainfall. This situation resulted in extensive erosion, soil weathering, andlandslides. One of the disasters that once struck Matesih was a landslide thatresulted in several people suffering minor injuries. Injuries experienced byresidents are usually related to the musculoskeletal system. This study aims toevaluate the impact of splinting training using simulation methods on theunderstanding and splinting skills of Destana volunteers in dealing withdisasters. The methodology used in this study is a quantitative research typewith a quasi-experimental design. There were 27 respondents who became thesample of this study, obtained through the Total Sampling Technique. Datawere analyzed using the Wilcoxon Test. The results of the Wilcoxon Testshowed a p-value of 0.000. This indicates the effect of splinting training usingsimulation methods on the understanding and splinting skills of Destanavolunteers in dealing with disasters in Girilayu Village, Karanganyar. Fromthese results, it can be concluded that splinting training using simulationmethods can improve the understanding and skills of splinting, so thatrespondents are more active in participating in the training and candisseminate the splinting skills they have learned.
Basic Life Support (BLS) Education To Increase Students' Motivation To Help Cardiac Arrest Victims Yeni Nur Rahmayanti; Fadma Aji Pramudita; Eka Novitayanti; Betty Kusddiarningsih; Pipi Anonyma
Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas) Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas)
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/abdigermas.v3i3.544

Abstract

Basic Life Support (BLS) is an activity to clear the patient's airways, assist breathing, and maintain blood flow without the use of assistive devices. This assistance must be carried out quickly and precisely, because if the assistance is not appropriate it can cause disability, even worse, the patient can die. The purpose of this community service is to increase students' knowledge about BLS and motivation to help. The method used is education and lectures. The population in the community service is students at Tunas Harapan Vocational School, totaling 63 students with several existing problems. The results of the survey on students still have many who do not understand BLS. And from the results of the survey and interviews, most students who do not know how to help victims of cardiac arrest and some are even afraid to help. Very low knowledge and motivation and the lack of information from medical personnel regarding BLS are obstacles and problems. Therefore, it is necessary to provide education and understanding of BLS. The results showed that students experienced an increase in their knowledge of Basic Life Support (BLS) from good knowledge at 7.94% to 46.03%, and their motivation to help cardiac arrest victims increased from good knowledge at 4.76% to 58.73%. This education and motivation can provide information to students and teachers of the school so they can provide assistance to cardiac arrest victims.
Landslide Disaster Mitigation Education in Creating Disaster-Responsive Villages Yeni Nur Rahmayanti; Eka Novitayanti; Fadma Aji Pramudita; Pipi Anonyma
DIKDIMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): DIKDIMAS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT VOL 5 NO 1 APRIL 2026
Publisher : Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/dikdimas.v5i1.638

Abstract

Background: Indonesia is prone to natural disasters such as earthquakes, volcanic eruptions, tsunamis, floods, and landslides. Landslides are the movement of masses of soil or rock from slopes, usually caused by heavy rainfall, earthquakes, or human activity. Jenawi District has varied topography, ranging from hills to mountainous areas. This place has a variety of heights, ranging from slopes to very steep areas. This area also has slopes ranging from 15-30% and high annual rainfall.Aims: To increase knowledge of landslide disaster mitigation. The population for this community service program is residents of Jenawi Village.Method: Focus Group Discussion (FGD) was used. The population consisted of 55 men and women from Jenawi Village. Jenawi District has many steep slopes and receives significant rainfall. This situation results in widespread erosion, soil decomposition, and landslides. Based on this identification, Mitra Husada Karanganyar Health College aims to educate residents about landslides and disaster-responsive villages.Results: The community service activities ran smoothly, and understanding of landslides and disaster response increased by 76,4%.Conclusion: Community knowledge about landslide mitigation has increased, but true knowledge is inseparable from education.