Yeni Nur Rahmayanti
STIKes Mitra Husada Karanganyar

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Kombinasi Guided Imagery dan Musik Klasik Terhadap Tingkat Kecemasan Mahasiswa Menjelang Objective Structured Clinical Examination (OSCE) Dwi Surya Supriyana; Yeni Nur Rahmayanti; Yeni Ambarsari
Smart Medical Journal Vol 4, No 1 (2021): Smart Medical Journal
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/smj.v4i1.47903

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Objective Structured Clinical Examination (OSCE) merupakan metode untuk menguji kompetensi klinik secara obyektif dan terstruktur dalam bentuk putaran station dengan waktu tertentu. OSCE memunculkan perasaan takut, tegang, gelisah, sulit berkonsentrasi dan gangguan pencernaan pada mahasiswa. Guided Imagery yang dipadukan dengan intrumen musik klasik merupakan salah satu cara mengurangi kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Guided Imagery terhadap tingkat kecemasan mahasiswa menjelang OSCE.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental kuasi dengan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif semester pertama (angkatan 2019) Prodi Sarjana Keperawatan STIKes Mitra Husada Karanganyar sejumlah 32 orang dengan kriteria belum pernah mendapatkan terapi relaksasi Guided Imagery dan baru pertama kali menempuh OSCE. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kelompok perlakuan mendapatkan terapi kombinasi guided imagery dengan musik klasik selama 5 hari berturut-turut menjelang waktu pelaksanaan OSCE dengan durasi waktu 20 menit. Pengaruh guided imagery terhadap tingkat kecemasan dianalisis menggunakan uji statistik t independent.Hasil: Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan rata-rata antara tingkat kecemasan pada kelompok eksperimen pretest 62.19±1.83 dan posttest 54.88±1.78. Kelompok kontrol rata-rata pretest 62.50±2.22 dan posttest 63.00±1.93. Nilai p (CI 95%) < 0.05 (p=0.00) yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan Guided Imagery terhadap penurunan tingkat kecemasan.Kesimpulan: terdapat pengaruh siginifikan pemberian kombinasi guided imagery dengan musik klasik terhadap penurunan tingkat kecemasan mahasiswa semester pertama program studi keperawatan menjelang OSCE. Kata kunci: Guided Imagery, tingkat kecemasan, OSCE
Efektifitas Pemberian Health Education Tentang Pencegahan Covid 19 Dan 5M Dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan Yeni Nur Rahmayanti; Christiana Arin Prorini; Pipi Anonyma; Ima Arifa
Jurnal Infokes Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v12i1.1543

Abstract

Abstract The spread of Covid-19 through small droplets of saliva that come out of the nose or mouth when a person infected with Covid-19 sneezes or coughs. Masks when traveling, maintaining distance and implementing health protocols. The purpose of this study was to determine whether there was an effect of the coronavirus disease 2019 (covid-19) pandemic on the level of public anxiety in the Mojorejo village. This study uses a quantitative descriptive method. The purpose of the study was a significant difference in the effectiveness of providing health education regarding the prevention of Covid 19 and 5M in reducing the level of anxiety in the residents of Dukuh Mojorejo in Sukoharjo Regency. This study uses a quasi-experimental approach, namely one group pre-test and post-test approaches. The sampling technique used is Simple Random Sampling, as many as 60 respondents. The results before giving Health Education about Prevention of Covid 19 and 5m were the most with moderate anxiety of 39 people (65%) and after the Provision of Health Education about Prevention of Covid 19 the most low anxiety was 41 people (68.3) with a t count of 10, 40 and the -value is 0.001 because (p <0.05) it is concluded that there is an Effectiveness of Providing Health Education About Covid 19 Prevention in Reducing Anxiety Levels
PENGARUH PELATIHAN KADER TENTANG 5M DAN PENGUKURAN SATURASI OKSIGEN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN COVID-19 Pipi Anonyma; Yeni Nur Rahmayanti
Jurnal Infokes Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v13i1.2460

Abstract

Coronavirus disease 2019 (Covid-19) has symptoms of acute respiratory problems such as fever, cough and shortness of breath. The average incubation period is 5-6 days with the longest incubation period being 14 days. The purpose of this study was to find out whether there is an effect of cadre training on 5M and measuring oxygen saturation on the level of knowledge of Covid-19. There were 15 people who said they did not know how to use Oximertry and the normal limits for measuring oxygen saturation. This study used a quantitative descriptive method. This study used a quasi-experimental approach, namely the one group pre-test and post-test approach. The sampling technique used is Simple Random Sampling, namely as many as 40 respondents. Results before Training About 5M and Measuring oxygen saturation mostly with good knowledge of 19 people (47.5%) and after Training About 5M and Measurement of Oxygen Saturation lots of very good knowledge of 21 people (52.5%) with t count is 10.20 and a ρ-value of 0.001 because (p <0.05) it is concluded that there is an effect of Cadre Training on 5M and Oxygen Saturation Measurement on the Knowledge Level of Covid-19.
HUBUNGAN PENGETAHUAN SISWA TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) DENGAN MOTIVASI MENOLONG KORBAN HENTI JANTUNG Pipi Anonyma; Jemmi Sastrawijaya; Yeni Nur Rahmayanti; Eka Novitayanti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.2847

Abstract

Bantuan hidup dasar merupakan tindakan darurat untuk membebaskan jalan napas, membantu pernapasan dan mempertahankan sirkulasi darah tanpa menggunakan alat bantu. Meningkatkan pengetahuan dan motivasi siswa dalam menolong terkait Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan hal terpenting guna membantu mencengah kematian dan mengurangi timbulnya kecacatan. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui Hubungan Pengetahuan Siswa Tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) dengan Motivasi Menolong Korban Henti Jantung. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua siswa dengan Teknik sampling yang digunakan yaitu Total Sampling, dengan jumlah sampel 64 orang siswa. Hasil penelitian ini didapatkan nilai ρ = 0,000 (ρ = 0,05) dengan r = 0,627, maha dapat diartikan H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan pengetahuan bantuan dasar hidup dengan motivasi menolong korban henti jantung
PENGARUH PENGETAHUAN BENCANA TERHADAP KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI BENCANA Yeni Nur Rahmayanti; Dewi Wulandari; Eka Novitayanti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 2 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v15i2.2376

Abstract

Bencana merupakan suatu peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan menggangu kehidupan dan penghidupan  Masyarakat. Kesiapsiagaan bencana sebagai tindakan-tindakan yang memungkinkan untuk mampu menanggapi suatu situasi bencana secara cepat dan tepat guna. Tujuan penelitian ini Pengaruh Pengetahuan Bencana terhadap Kesiapsiagaan Bencana Pada Masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini warga dukuh Mojorejo sebanyak 150 orang dengan Teknik sampling yang digunakan yaitu Simple Random Sampling dan didapatkan sampel sebesar 60 responden. Dengan variabel pengetahuan tentang bencana dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Hasil penelitian didapatkan bahwa masyarakat memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 47 dengan presentase 78,3% dan memiliki tingkat kesiapsiagaan baik sebanyak 44 dengan presentase 73,3%. Hasil analisa pengaruh tingkat pengetahuan terhadap kesiapsiagaan bencana pada masyarakat didapatkan nilai ρ = 0,018 (ρ = 0,05), maka H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan Pengaruh Pengetahuan Bencana Terhadap Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Pada Masyarakat.
ANALISIS FAKTOR RESILIENSI KELUARGA TERKENA DAMPAK KEMATIAN DI MASA BENCANA PANDEMI COVID-19 Yeni Nur Rahmayanti; Dewi W; Eka N; Betty K; Tri W; Nurul G A
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i2.1968

Abstract

Kematian mendadak, yang paling umum terjadi pada kasus Covid-19 yang berkembang pesat dan parah, merupakan pengalaman yang mengejutkan bagi keluarga. Ketangguhan bukanlah sifat yang dimiliki atau tidak dimiliki orang. Resiliensi adalah kemampuan seseorang untuk menghadapi, mengatasi, belajar dan bertahan dari masalah hidup dan kesulitan  atau kegagalan yang membuat mereka tidak berdaya dan mampu keluar dari kesulitan tersebut dan menjadi orang yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor resiliensi keluarga yang meninggal saat bencana pandemi Covid-19. Jenis penelitian kualitatif yang menggunakan penelitian deskriptif. Subyek adalah empat orang yang kriterianya adalah ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan tetap dan ditelantarkan oleh suaminya ketika meninggal karena Covid-19. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur. Teknik analisis data yang digunakan adalah data tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi masyarakat yang kehilangan anggota keluarga selama pandemi Covid-19 ada lima aspek positif (regulasi emosi, optimisme, analisis akar penyebab masalah, self-efficacy) dari tujuh aspek yang diteliti. dan kinerja) dan dua aspek negatif lainnya (kontrol impuls dan empati). Ketiga informan utama memiliki tingkat resiliensi yang cukup baik.
PENGARUH GUIDED IMAGERY TERHADAP TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA KEPERAWATAN SEMESTER 1 DALAM MENGHADAPI OCSE Yeni Nur Rahmayanti; Yeni Ambarsari; Pipi Anonyma
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 1 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v15i1.2199

Abstract

Ujian OSCE menimbulkan ketakutan seperti kecemasan, ketegangan, gelisah, sulit berkonsentrasi dan gangguan pencernaan. Sebuah studi pendahuluan melibatkan 20 mahasiswa keperawatan semester 1 yang menunjukkan bahwa mereka tidak mengetahui ujian OSCE yang digunakan untuk menggambarkan tingkat kecemasan mereka. Upaya untuk mengurangi rasa cemas tersebut adalah dengan melakukan Guided Imagery yang dipadukan dengan alat musik klasik. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh guided imagery terhadap tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan semester 1 yang menghadapi OSCE. Dalam penelitian ini, metode Quasy Eksperiment dengan rancangan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian adalah 32 mahasiswa dan meggunakan teknik Sampel Random Sampling . Hasilnya terdapat perbedaan rata-rata tingkat kecemasan pada kelompok eksperimen pretest sebesar 62,19 dan postest sebesar 54,88. Rerata kelompok kontrol adalah pretest 62,50 dan postest 63,00. Signifikansi Guided Imagery dalam menurunkan tingkat kecemasan adalah 0,00 atau ρ0,05. Oleh karena itu, disimpulkan terdapat Pengaruh Guided Imagery terhadap tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan semester 1 dalam menghadapi OSCE.