Pelaku UMKM di sektor hantaran pernikahan menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan nilai budaya lokal dengan keterampilan teknis dan strategi promosi digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis dalam merangkai hantaran, memperkuat pemahaman filosofi simbolik tradisi hantaran, serta membekali peserta dengan kemampuan promosi melalui media sosial. Kegiatan dilaksanakan oleh IPHI (Ikatan Pembuat Hantaran Indonesia) Pancawati DPC Kediri selama dua hari pada 18–19 April 2025 di Kediri, Jawa Timur, dengan jumlah peserta sebanyak 200 orang dan dipilih 33 peserta mengikuti praktik langsung. Kegiatan mencakup workshop merangkai hantaran, diskusi filosofi makna simbolik, dan pelatihan promosi digital. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi, dan analisis Wilcoxon. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dari pemahaman peserta, di mana peserta dalam kategori sangat memahami meningkat dari 9,09% menjadi 93,94%. Nilai uji Wilcoxon menunjukkan Z = -5,051 dengan signifikansi p = 0,000. Kesimpulannya, pelatihan terpadu ini efektif meningkatkan pemberdayaan UMKM berbasis budaya lokal di era digital. Rekomendasi diarahkan pada replikasi kegiatan serupa di wilayah lain serta perlunya pendampingan lanjutan untuk memperkuat kompetensi digital peserta.
Copyrights © 2025