Pewarnaan Giemsa adalah teknik yang banyak digunakan untuk menilai bentuk sel darah dalam pemeriksaan apusan darah tepi. Hasil dari proses pewarnaan ini sangat dipengaruhi oleh kadar larutan pewarna serta durasi inkubasi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menilai dampak variasi kadar dan durasi inkubasi terhadap kualitas hasil pewarnaan Giemsa pada preparat apusan darah tepi, melalui kajian pustaka. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Kriteria yang digunakan untuk inklusi meliputi artikel eksperimen yang berfokus pada sel darah manusia, penggunaan pewarnaan Giemsa, dan dipublikasi dalam dekade terakhir. Sumber data utama yang dipakai adalah Google Scholar dan PubMed. Penilaian risiko bias ditekan dengan menerapkan metode PRISMA. Data dianalisis secara naratif untuk menemukan pola serta hasil utama. Total 67 jurnal yang telah diseleksi, 10 di antaranya memenuhi syarat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan konsentrasi Giemsa 10% selama 20–45 menit memberikan warna yang optimal, memperjelas morfologi sel, serta menghasilkan latar belakang yang bersih. Peneliti menyimpulkan kombinasi kadar konsentrasi giemsa 10% serta waktu inkubasi 20–45 menit adalah rekomendasi terbaik untuk prosedur pewarnaan Giemsa.
Copyrights © 2025