Masalah gizi kurang pada balita masih menjadi tantangan utama di Kabupaten Teluk Wondama, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Rasiei. Pola asuh ibu diduga memiliki peran penting dalam menentukan status gizi balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola asuh ibu dengan status gizi balita usia 0–59 bulan di wilayah tersebut. Desain penelitian menggunakan desain kuantitatif non-eksperimental dengan metode analitik cross-sectional. Sampel terdiri dari 132 ibu balita yang dipilih secara purposive berdasarkan status gizi balita (underweight dan normal). Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pola asuh yang diadaptasi dan pengukuran antropometri balita menggunakan KMS. Data dianalisis dengan uji korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi signifikan antara pola asuh otoriter, permisif, dan demokratis dengan status gizi berat badan menurut umur (BB/U) dan tinggi badan menurut umur (TB/U). Pola asuh demokratis memberikan dampak positif pada status gizi normal, sedangkan pola asuh otoriter dan permisif terkait risiko gizi kurang dan gangguan pertumbuhan. Pola asuh dominan memiliki korelasi paling kuat dengan status gizi balita. Disarankan agar program intervensi gizi di daerah ini memasukkan edukasi pola asuh ibu untuk mendukung status gizi optimal balita dan mengurangi masalah gizi kurang di masyarakat.
Copyrights © 2025