Ketidakstabilan suhu air kolam bioflok menjadi salah satu tantangan utama dalam budidaya ikan nila di Desa Kemuning, yang berdampak pada pertumbuhan ikan dan produktivitas. Pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan sistem otomatisasi kendali suhu berbasis Internet of Things (IoT) untuk menjaga stabilitas suhu air pada rentang optimal, yaitu 23–24°C. Metode pengabdian meliputi sosialisasi teknologi kepada peternak, pembuatan dan pemasangan sistem kendali suhu, serta evaluasi kinerja sistem selama lima bulan. Hasil menunjukkan bahwa sistem berhasil menjaga suhu air sesuai rentang optimal, dengan rata-rata waktu operasional heater 9 jam per hari. Tingkat kelangsungan hidup ikan mencapai 97,9%, dan produktivitas meningkat 15% dibanding metode konvensional. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi IoT dapat meningkatkan keberlanjutan budidaya ikan nila sekaligus mendukung kesejahteraan ekonomi masyarakat. Kata kunci: suhu air, bioflok, IoT, tilapia, otomatisasi, ikan nila
Copyrights © 2025