Pertumbuhan penduduk yang pesat di kawasan perkotaan menyebabkan peningkatan kebutuhan akan lahan dan sumber daya alam, yang pada gilirannya berdampak pada menyusutnya luas lahan pertanian konvensional. Teknologi hidroponik muncul sebagai solusi inovatif yang dapat mengatasi keterbatasan lahan sekaligus mendukung sistem pertanian berkelanjutan di lingkungan urban. Pengabdian ini bertujuan untuk melihat efektivitas penerapan teknologi hidroponik sebagai metode pertanian yang ramah lingkungan, efisien dalam penggunaan sumber daya, dan produktif. Metode yang digunakan meliputi studi literatur dari berbagai publikasi ilmiah, laporan pemerintah, dan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai pertumbuhan penduduk, konversi lahan pertanian, serta tren pertanian hidroponik di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan pendekatan komparatif terhadap data produksi tanaman hidroponik dan konvensional, penggunaan air, serta efisiensi lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem hidroponik mampu meningkatkan hasil pertanian hingga 2–5 kali lipat dibandingkan metode konvensional, dengan penggunaan air 70–90% lebih sedikit. Selain itu, hidroponik juga terbukti mengurangi jejak karbon melalui pengurangan penggunaan pestisida dan distribusi jarak jauh. Temuan ini memperkuat bahwa teknologi hidroponik memiliki potensi besar sebagai solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat perkotaan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025