Pendahuluan. Pemupukan adalah salah satu kegiatan pemeliharaan tanaman yang memiliki peran yang cukup penting terhadap produktivitas tanaman kakao. Pemupukan yang kurang optimal dapat mempengaruhi pertumbuhan dalam fase pembibitan dan produksi. Agar dapat mengetahui pemupukan yang optimal perlu dilakukan pemupukan berdasarkan dosis pupuk yang dibutuhkan tanaman. Metode Pengumpulan Data. Pelaksanaan penelitian dilakukan di Kebun Inovasi Politeknik Negeri Jember yang berlangsung dari Bulan Februari 2023 Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 ulangan dan 4 perlakuan yang terdiri dari C0 (Tanpa (POC) limbah cair tahu), C1 (Pemupukan menggunakan (POC) limbah cair tahu dengan dosis = 80 ml/polybag), C2 (Pemupukan menggunakan (POC) limbah cair tahu dengan dosis = 160 ml/polybag), C3(Pemupukan menggunakan (POC) limbah cair tahu dengan dosis = 24 ml/polybag). Parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman (cm), diameter tanaman (cm), Jumlah daun (Helai), berat basah (Gram) dan berat kering (Gram). Pengamatan yang telah dilakukan selanjutnya dilakukan analisis sidik ragam (Anova) dan jika hasil menunjukkan berbeda nyata, maka dilakukan uji lanjut BNJ taraf 5%. Hasil dan Diskusi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan dosis pupuk organik cair (POC) limbah tahu tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Perlakuan klon kakao hibrida juga memberikan hasil tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Sedangkan interaksi antara dosis POC limbah tahu dengan klon kakao hibrida memberikan hasil tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter. Simpulan. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemberian perlakuan Pupuk Organik cair (POC) limbah cair tahu memberikan hasil berbeda tidak nyata terhadap kelima parameter yang diamati pada bibit kakao yang diteliti yaitu, tinggi bibit, diameter batang bibit, jumlah daun pada bibit, berat basah dan berat kering bibit.
Copyrights © 2024