TEKMAPRO Journal of Industrial Engineering and Management
Vol 9, No 2 (2014): JURNAL TEKMAPRO

PENGEMBANGAN KNOWLEDGE SHARING PADA PENINGKATAN KETERHANDALAN

Sudjito Suparman3), dan Purnomo Budi Santoso4), Tedjo Sukmono1), Pratikto2), ( 1)Dosen Umsida Sidoarjo dan Mhs S3 T. Mesin UB Malang 2) dan 3) Guru Besar T. Mesin UB Malang 4) Dosen T. Industri UB Malang)



Article Info

Publish Date
13 Jul 2016

Abstract

ABSTRAK Salah satu hal yang mendukung kelancaran kegiatan operasi pada suatu perusahaan adalah kesiapan mesin-mesin produksi dalam melaksanakan tugasnya, utnuk mencapai hal tersebut diperlukan adanya sistem perawatan yang baik.  Maintainability dapat didefinisikan juga sebagai kemampuan suatu peralatan atau mesin untuk dipelihara dimana perawatan merupakan serangkaian tindakan yang diambil untuk mempertahankan atau memperbaiki mesin sehingga mesin dalam kondisi siap pakai menurut Imam Sodikin (2008). Untuk mengoptimumkan maintainabilitas sistem ada dua factor yang perlu diperhatikan yaitu model knowledge sharing perawatan (maintenance model) dan perancangan untuk mendapatkan tingkat reliability tertentu. Pada idealnya semakin banyak jam mesin yang tersedia maka semakin banyak produk yang dihasilkan. Berdasarkan hasil analisis, pada perusahaan “X”  waktu rata-rata diantara kerusakan untuk jenis kerusakan A 285,71jam, B 555,56jam, C 1020,41jam. Nilai Reliability mesin mixer scanima untuk jenis kerusakan A 95,9%, jenis kerusakan B 97,9%, untuk jenis kerusakan C 98,8%. Dari perhitungan Maintanability didapat, waktu rata-rata diantara perawatan untuk jenis kerusakan A 255,45jam, B 464,46jam, C 729,87jam. Didapat nilai Availability untuk semua jenis kerusakan mencapai diatas 98,8%. Total biaya perawatan pertahunnya untuk penjadwalan perawatan yang baru lebih hemat Rp. 334.938.472,76/tahun dengan penjadwalan yang lama.Kata kunci : Knowledge Sharing,  TPM (Total Productivity maintenance), Reliability) .ABSTRAK Salah satu hal yang mendukung kelancaran kegiatan operasi pada suatu perusahaan adalah kesiapan mesin-mesin produksi dalam melaksanakan tugasnya, utnuk mencapai hal tersebut diperlukan adanya sistem perawatan yang baik. Maintainability dapat didefinisikan juga sebagai kemampuan suatu peralatan atau mesin untuk dipelihara dimana perawatan merupakan serangkaian tindakan yang diambil untuk mempertahankan atau memperbaiki mesin sehingga mesin dalam kondisi siap pakai menurut Imam Sodikin (2008). Untuk mengoptimumkan maintainabilitas sistem ada dua factor yang perlu diperhatikan yaitu model knowledge sharing perawatan (maintenance model) dan perancangan untuk mendapatkan tingkat reliability tertentu. Pada idealnya semakin banyak jam mesin yang tersedia maka semakin banyak produk yang dihasilkan. Berdasarkan hasil analisis, pada perusahaan “X” waktu rata-rata diantara kerusakan untuk jenis kerusakan A 285,71jam, B 555,56jam, C 1020,41jam. Nilai Reliability mesin mixer scanima untuk jenis kerusakan A 95,9%, jenis kerusakan B 97,9%, untuk jenis kerusakan C 98,8%. Dari perhitungan Maintanability didapat, waktu rata-rata diantara perawatan untuk jenis kerusakan A 255,45jam, B 464,46jam, C 729,87jam. Didapat nilai Availability untuk semua jenis kerusakan mencapai diatas 98,8%. Total biaya perawatan pertahunnya untuk penjadwalan perawatan yang baru lebih hemat Rp. 334.938.472,76/tahun dengan penjadwalan yang lama.Kata kunci : Knowledge Sharing, TPM (Total Productivity maintenance), Reliability) .

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

tekmapro

Publisher

Subject

Computer Science & IT Control & Systems Engineering Decision Sciences, Operations Research & Management Engineering Industrial & Manufacturing Engineering

Description

Journal of Industrial Engineering and Management, National University of Veterans Development, East Java is a journal that effectively bridges the gap between academics, policy makers, and practitioners and connects various Industrial Engineering and Management communities. While the focus of the ...